News

Paus Fransiskus Sampaikan Belasungkawa dan Solidaritas untuk Korban Gempa NTT

3
×

Paus Fransiskus Sampaikan Belasungkawa dan Solidaritas untuk Korban Gempa NTT

Sebarkan artikel ini
Paus Fransiskus menyampaikan pesan belasungkawa dan solidaritas spiritual bagi para korban gempa bumi di NTT.
Paus Fransiskus menyampaikan duka mendalam bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur yang terdampak gempa bumi.

Jakarta – Paus Leo XIV menyampaikan duka mendalam dan solidaritas spiritual kepada masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang terjadi pada Sabtu (15/8/2026).

Dilansir dari KBRI untuk Takhta Suci Vatikan, ungkapan belasungkawa tersebut disampaikan melalui telegram resmi yang ditujukan kepada Uskup Agung Ende Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD.

Telegram tersebut ditandatangani oleh Sekretaris Negara Vatikan Kardinal Pietro Parolin dan diunggah melalui media sosial Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Takhta Suci Vatikan pada Kamis (20/8/2026).

Dalam pesan tersebut, Paus Leo XIV menyatakan dirinya “sangat sedih” setelah mengetahui besarnya kehancuran serta penderitaan yang ditimbulkan oleh bencana alam di wilayah tersebut.

Paus menegaskan bahwa solidaritas dan kedekatan spiritual ini ditujukan kepada seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali, melampaui batas komunitas Katolik setempat.

Paus Leo XIV secara khusus mendorong para pemimpin Gereja serta otoritas sipil untuk terus memberikan bantuan kemanusiaan yang mendesak bagi para penyintas.

Dukungan moral internasional ini dinilai krusial di tengah upaya penanganan bencana yang masih berlangsung di lapangan.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bencana gempa bumi ini telah mengakibatkan sedikitnya 75 orang meninggal dunia.

Selain korban jiwa, tercatat sebanyak 907 orang mengalami luka-luka akibat tertimpa reruntuhan bangunan dan dampak guncangan gempa.

Kondisi di lapangan saat ini masih diwarnai dengan aktivitas seismik yang tinggi, sehingga menuntut kewaspadaan ekstra dari masyarakat maupun petugas penanggulangan bencana.

Hingga saat ini, sebanyak 3.752 gempa susulan telah tercatat terjadi di wilayah NTT, termasuk guncangan berkekuatan magnitudo 5,7 yang dirasakan warga pada pagi hari.

Tingginya intensitas gempa susulan menjadi tantangan utama bagi otoritas dalam memastikan keselamatan warga dan petugas di lokasi terdampak.

Pemerintah terus mengimbau masyarakat untuk mengikuti arahan resmi serta protokol keselamatan guna meminimalisir risiko jatuhnya korban tambahan.

Dalam telegramnya, Paus juga memanjatkan doa bagi keluarga yang kehilangan anggota keluarganya serta memohon kekuatan bagi masyarakat yang sedang menjalani masa sulit.

Paus berharap berkat ilahi dapat memberikan penghiburan bagi para korban yang kini tengah berjuang memulihkan kondisi kehidupan mereka pascabencana.

Dorongan Paus mengenai kerja sama antara pemimpin Gereja dan otoritas sipil menekankan pentingnya sinergi dalam distribusi bantuan kemanusiaan.

Fase pemulihan pascagempa diprioritaskan tidak hanya pada aspek fisik, namun juga pada pemulihan mental dan dukungan spiritual bagi para penyintas.

Sikap Vatikan ini menegaskan perhatian global terhadap situasi kemanusiaan yang sedang dihadapi oleh masyarakat di Indonesia Timur.

Kehadiran pesan moral tersebut diharapkan mampu memberikan penguatan bagi masyarakat NTT dalam menghadapi proses rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah mereka.

Pemerintah bersama elemen masyarakat terus berupaya melakukan mitigasi untuk menghadapi potensi gempa susulan yang masih terus terjadi.