Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan signifikan sebesar 1,68% ke level 6.501 pada penutupan perdagangan Kamis (20/8/2026) di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang didorong oleh aksi beli masif di seluruh sektor saham.
Dilansir dari data perdagangan BEI, aktivitas pasar modal hari ini mencatatkan nilai transaksi yang mencapai Rp 15,80 triliun dengan total volume perdagangan sebesar 78,69 miliar lembar saham yang berpindah tangan melalui 2,28 juta kali frekuensi transaksi.
Kondisi pasar yang bullish ini tercermin dari dominasi pergerakan harga saham, di mana 452 saham mengalami penguatan, sementara 190 saham terkoreksi dan 150 saham lainnya ditutup stagnan.
Secara keseluruhan, kapitalisasi pasar IHSG pada penutupan sesi sore tercatat menyentuh angka Rp 11.444 triliun.
Seluruh sebelas sektor saham yang terdaftar di BEI kompak berada di zona hijau, dengan sektor bahan baku memimpin kenaikan tertinggi sebesar 3,46%.
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menjadi salah satu penggerak utama di sektor bahan baku dengan mencatatkan apresiasi harga sebesar 3,63% ke level Rp 3.140 per lembar saham.
Perhatian investor juga tertuju pada lonjakan harga saham PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) yang melesat 24,85% hingga ditutup pada level Rp 206.
Pencapaian tersebut menjadikan kapitalisasi pasar KIJA mencapai Rp 4,29 triliun, setelah saham properti ini mencatatkan akumulasi kenaikan sebesar 64,80% dalam sepekan terakhir dan 51,47% dalam kurun waktu satu bulan.
Sentimen positif juga menyelimuti bursa regional Asia, dengan indeks Nikkei naik 1,36%, Shanghai Composite tumbuh 0,24%, dan Hang Seng menguat 0,80%, sementara Straits Times menjadi satu-satunya indeks utama yang melemah sebesar 0,39%.
Daftar saham yang menempati jajaran top gainers meliputi PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) yang naik 24,82% ke Rp 880, PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) naik 20,75% ke Rp 640, serta PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) naik 24,85% ke Rp 206.
Sementara itu, deretan saham yang masuk dalam kategori top losers adalah PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) yang turun 9,65% ke Rp 5.150, PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) terkoreksi 6,90% ke Rp 54, dan PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) melemah 8,82% ke Rp 62.
Analis pasar modal mencermati bahwa tingginya nilai transaksi menunjukkan optimisme investor yang kuat terhadap prospek ekonomi domestik di tengah stabilitas bursa regional.
Fluktuasi harga saham properti seperti KIJA menunjukkan adanya rotasi portofolio investor yang mencari peluang pada saham-saham dengan momentum pertumbuhan tinggi dalam jangka pendek.
Seluruh data perdagangan yang dilaporkan ini memberikan gambaran komprehensif mengenai dinamika pasar modal Indonesia yang tengah berada dalam tren penguatan yang cukup solid.







