Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan jual yang signifikan pada penutupan perdagangan Rabu (19/8/2026), dengan terkoreksi 0,86% ke level 6.394 akibat sentimen negatif yang menyelimuti sejumlah saham konglomerat.
Dilansir dari data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), pelemahan indeks ini dipicu oleh koreksi tajam pada saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dan PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) setelah munculnya bantahan resmi terkait rumor akuisisi.
Saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) milik Low Tuck Kwong merosot 9,41% ke level Rp 15.650 per lembar saham.
Saham PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) milik pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam juga tergerus 5,18% hingga ditutup di level Rp 2.380.
Manajemen PT Bayan Resources Tbk secara resmi membantah adanya rencana akuisisi 62,2% saham perusahaan oleh Haji Isam atau pihak yang terafiliasi dengannya.
Sekretaris Perusahaan Bayan Resources, Jenny Quantero, menyatakan bahwa perseroan tidak memiliki informasi mengenai rencana pengambilalihan tersebut sebagaimana rumor yang beredar di pasar.
“Namun pemegang saham pengendali BYAN telah menyampaikan kepada kami bahwa dari waktu ke waktu, sebagai investor Haji Isam dapat saja mempertimbangkan berbagai kesempatan dan peluang untuk memaksimalkan investasi mereka di BYAN,” kata Jenny.
Aksi jual yang masif pada kedua saham tersebut berkontribusi pada total nilai transaksi harian yang mencapai Rp 14,28 triliun dengan volume 36,01 miliar saham.
Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 2,20 juta kali dengan kapitalisasi pasar IHSG yang berada di angka Rp 11.269 triliun hingga akhir sesi sore.
Secara sektoral, sebanyak sembilan dari sebelas sektor yang terdaftar di BEI ditutup di zona merah.
Sektor bahan baku mencatatkan penurunan terdalam sebesar 1,21%, yang salah satunya dipicu oleh pelemahan saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sebesar 2,26% ke posisi Rp 3.030.
Kondisi serupa terjadi di bursa regional Asia, di mana indeks Nikkei turun 3,16%, Straits Times terkoreksi 0,13%, dan Shanghai Composite melemah 2,40%, sementara Hang Seng ditutup naik tipis 0,09%.
Di jajaran saham dengan kenaikan tertinggi (top gainers), PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) naik 24,42% ke Rp 540, PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) naik 23,64% ke Rp 68, dan PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) naik 9,62% ke Rp 5.700.
Sementara itu, daftar saham dengan koreksi terdalam (top losers) mencakup PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) yang turun 14,72% ke Rp 452, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) turun 9,41% ke Rp 15.650, dan PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) turun 6,11% ke Rp 4.150.
Secara keseluruhan, sebanyak 238 saham mengalami penguatan, 363 saham terkoreksi, dan 188 saham lainnya tetap stagnan dalam perdagangan hari ini.






