Ecozone

Wall Street Bangkit, Indeks S&P 500 Menguat Usai Imbal Hasil Turun

11
×

Wall Street Bangkit, Indeks S&P 500 Menguat Usai Imbal Hasil Turun

Sebarkan artikel ini
Papan layar elektronik menunjukkan pergerakan indeks saham Wall Street di New York
Indeks bursa Wall Street mencatatkan penguatan setelah imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat mengalami penurunan.

New York – Indeks bursa Wall Street mencatatkan kenaikan pada penutupan perdagangan Kamis (20/8/2026) setelah imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat mengalami penurunan signifikan menyusul pengumuman kebijakan pembelian kembali utang oleh Departemen Keuangan AS.

Dilansir dari CNBC, penguatan indeks S&P 500 terjadi sebesar 0,21% ke posisi 7.707,98, sementara Nasdaq Composite tumbuh 0,16% ke level 26.331,09 dan Dow Jones Industrial Average menguat 119,65 poin atau 0,22% menjadi 53.463,05.

Kenaikan pasar dipicu oleh keputusan Departemen Keuangan AS yang akan menggandakan operasi pembelian kembali surat utang negara dengan tenor 10 hingga 30 tahun.

Imbal hasil Treasury tenor 30 tahun turun lebih dari 10 basis poin menjadi 5,184% setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam 19 tahun di atas 5,33% pada sesi sebelumnya.

Imbal hasil Treasury tenor 10 tahun juga mencatatkan penurunan sebesar lebih dari 6 basis poin menjadi 4,637%.

Kepala Ekuitas AS Procyon, Massimo Santicchia, menyatakan bahwa kinerja saham berorientasi value yang sangat baik mencerminkan ketahanan perekonomian serta siklus laba perusahaan yang kuat.

“Secara keseluruhan, ini masih merupakan lingkungan yang sangat, sangat baik bagi saham berkat prospek laba perusahaan yang kuat,” kata Massimo Santicchia.

Meskipun fundamental ekonomi terlihat solid, Santicchia mencatat bahwa pasar masih menghadapi ketegangan akibat kenaikan biaya modal yang dipicu oleh fluktuasi imbal hasil obligasi.

Saham Moderna mencatat lonjakan luar biasa sebesar 177% yang merupakan kenaikan harian terbesar dalam sejarah perusahaan tersebut.

Kenaikan harga saham Moderna dipicu oleh hasil positif dari uji klinis tahap akhir vaksin kanker kulit eksperimental yang dikembangkan bersama Merck.

Saham Merck turut mengalami penguatan lebih dari 12% yang memberikan kontribusi positif terhadap kinerja indeks Dow Jones.

Marvell Technology mencatatkan kenaikan harga saham hampir 10% setelah perusahaan mengumumkan kesepakatan strategis terkait tensor processing unit dengan Google.

Kesepakatan tersebut mencakup pemberian waran kepada Alphabet untuk melakukan pembelian saham biasa Marvell Technology senilai hingga US$ 12,2 miliar.

Pergerakan pasar hari ini merupakan pemulihan dari tekanan jual yang terjadi pada sesi sebelumnya akibat kekhawatiran investor terhadap inflasi global.

Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah di berbagai negara pada awal pekan sempat memicu kekhawatiran pasar mengenai risiko aksi jual yang lebih luas.

Para pelaku pasar kini terus memantau kebijakan Departemen Keuangan AS sebagai faktor utama yang memengaruhi stabilitas biaya pinjaman di pasar modal.

Ketahanan sektor korporasi Amerika Serikat tetap menjadi fokus utama investor di tengah dinamika kebijakan moneter dan fiskal yang sedang berlangsung.