Berita

Trump Perintahkan Angkatan Laut AS Segera Blokade Selat Hormuz

53
×

Trump Perintahkan Angkatan Laut AS Segera Blokade Selat Hormuz

Sebarkan artikel ini
6c1f044161d4429f7fd157840d951ac3.jpg
6c1f044161d4429f7fd157840d951ac3.jpg

Washington – Ekonomi global kini berada dalam bayang-bayang ketidakpastian setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan rencana blokade terhadap Selat Hormuz. Langkah militer ini akan mulai diberlakukan pada Senin pukul 10.00 waktu setempat, menargetkan seluruh kapal yang keluar-masuk dari Iran.

Keputusan tegas ini diambil menyusul kegagalan negosiasi selama 21 jam antara delegasi AS dan Iran di Islamabad yang berakhir tanpa kesepakatan damai. Akibat pengumuman tersebut, harga minyak mentah Brent melonjak hingga 8 persen pada hari Minggu, menembus angka 100 dolar AS per barel.

Blokade tersebut dipandang sebagai strategi Washington untuk memutus jalur pendanaan utama Iran. Selama ini, Teheran diduga membiayai operasi militernya melalui ekspor minyak yang mencapai 1,85 juta barel per hari, bahkan menarik biaya hingga 2 juta dolar AS bagi kapal tanker yang melintas di selat tersebut.

Pemerintah AS menilai kebijakan ini diperlukan meski berisiko memicu lonjakan harga bahan bakar secara global. Sebelumnya, AS sempat memberikan relaksasi sanksi guna menjaga pasokan minyak dunia, namun langkah tersebut dinilai justru dimanfaatkan Iran untuk meraup keuntungan besar di tengah konflik yang masih berlangsung.

Menanggapi kebijakan sepihak ini, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mendesak agar jalur perdagangan vital tersebut tetap dibuka. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak dilibatkan dalam aksi blokade tersebut dan berharap konflik segera diselesaikan melalui jalur diplomasi guna memastikan kebebasan navigasi internasional tetap terjaga.

Sementara itu, situasi di Timur Tengah kian memanas seiring berlanjutnya serangan militer Israel yang menyasar Hizbullah. Pembicaraan diplomatik antara Israel dan Lebanon pun dijadwalkan akan kembali digelar pekan ini di tengah ketegangan yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.