Berita

Asing Borong Saham BBRI, BBCA, dan TPIA Senilai Rp362,6 Miliar

1
×

Asing Borong Saham BBRI, BBCA, dan TPIA Senilai Rp362,6 Miliar

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan sebesar 0,52% ke level 6.535 pada perdagangan sesi pertama, Sabtu (22/8/2026), di tengah dinamika pasar yang melibatkan 320 saham menguat, 268 saham terkoreksi, dan 196 saham stagnan.

Dilansir dari Stockbit Sekuritas, investor asing mencatatkan nilai beli bersih atau net foreign buy sebesar Rp 362,65 miliar dengan rincian nilai beli asing mencapai Rp 2,39 triliun dan nilai jual asing sebesar Rp 2,03 triliun.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi aset yang paling banyak diakumulasi oleh investor asing dengan nilai transaksi mencapai Rp 379,24 miliar.

Peringkat akumulasi asing berikutnya disusul oleh PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp 99,35 miliar dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) senilai Rp 94,31 miliar.

Data perdagangan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) mengonfirmasi nilai transaksi harian mencapai Rp 8,96 triliun dengan volume perdagangan sebesar 26,65 miliar saham.

Total frekuensi transaksi yang tercatat dalam periode tersebut mencapai 1,34 juta kali dengan kapitalisasi pasar IHSG yang mencapai Rp 11.498 triliun.

Dari total sebelas sektor yang terdaftar di BEI, sebanyak tujuh sektor berhasil ditutup di zona hijau dengan sektor industri memimpin kenaikan sebesar 0,80%.

Salah satu emiten yang memberikan kontribusi positif dalam sektor tersebut adalah PT Astra International Tbk (ASII) yang mencatatkan kenaikan harga sebesar 0,21% ke level Rp 4.800 per saham.

Sementara itu, kinerja bursa saham di kawasan Asia terpantau bergerak bervariasi sepanjang sesi perdagangan.

Indeks Nikkei tercatat mengalami penurunan sebesar 0,58% dan indeks Shanghai Composite terkoreksi sebesar 0,13%.

Di sisi lain, indeks Hang Seng berhasil mencatatkan kenaikan sebesar 0,75% dan indeks Straits Times tumbuh tipis sebesar 0,16%.

Daftar saham yang masuk dalam kategori top gainers dipimpin oleh PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) yang naik 10,77% menjadi Rp 3.290.

Saham PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) menyusul dengan kenaikan 7,55% ke level Rp 570, diikuti oleh PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) yang naik 5,88% ke level Rp 288.

Di jajaran top losers, saham PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) mengalami tekanan jual hingga turun 7,54% ke harga Rp 2.330.

PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) juga mencatatkan pelemahan sebesar 3,12% ke level Rp 620.

Terakhir, saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) melengkapi daftar penurunan terbesar dengan koreksi 2,70% ke level Rp 72.