Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Jumat (21/8/2026) yang didorong oleh sentimen positif pasar global serta apresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Dilansir dari riset Binaartha Sekuritas, IHSG memiliki peluang untuk memperpanjang wave iv hingga mencapai level 6.666 apabila indeks mampu menembus level resistance Fibonacci di 6.545.
“Indikator MACD menunjukkan adanya momentum bullish,” kata analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova.
Tren kenaikan tersebut berpotensi berakhir lebih awal jika indeks gagal menembus level resistance yang telah ditentukan.
Level support IHSG saat ini berada pada 6.338, 6.230, 6.057, dan 5.887.
Sementara itu, level resistance IHSG berada di posisi 6.545, 6.700, dan 6.835.
Secara teknis, support merupakan area harga saham yang diyakini sebagai titik terendah di mana peningkatan aktivitas pembelian biasanya terjadi.
Sebaliknya, resistance adalah tingkat harga yang dinilai sebagai titik tertinggi yang sering kali memicu aksi jual oleh pelaku pasar.
Tim riset BRI Danareksa secara terpisah memproyeksikan IHSG masih berpeluang menguat dengan rentang support di 6.440 dan resistance pada 6.515 hingga 6.550.
Level 6.440 dinilai menjadi area krusial untuk menjaga struktur bullish indeks, meskipun investor tetap perlu mewaspadai potensi aksi ambil untung setelah penguatan signifikan.
Sentimen positif datang dari pasar global, di mana imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun turun 7 basis poin menjadi 4,64%.
Indeks dolar AS (DXY) juga melemah 0,9% ke level 98,8 setelah Departemen Keuangan AS meningkatkan pembelian kembali obligasi tenor panjang menjadi minimal US$ 4 miliar per operasi.
Kondisi pasar tersebut memberikan ruang bagi aset berisiko dan pasar negara berkembang, meski risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) masih mengindikasikan risiko kenaikan suku bunga.
Harga minyak Brent turut naik ke level US$ 93,7 per barel akibat meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.
Penguatan nilai tukar rupiah sebesar 2,4% dari level terlemahnya di Rp 18.190 per dolar AS menjadi katalis pendukung bagi pergerakan indeks domestik.
Untuk perdagangan hari ini, Ivan Rosanova merekomendasikan saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) dengan target harga Rp 1.770 dan PT Astra International Tbk (ASII) dengan target Rp 4.920.
Rekomendasi lainnya mencakup PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dengan target Rp 1.900, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) dengan target 600, serta PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dengan target Rp 5.400.
Tim riset BRI Danareksa turut memberikan rekomendasi saham meliputi PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA).







