Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi bahwa pagu anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 ditetapkan sebesar Rp 240,2 triliun, Jumat (21/8/2026).
Dilansir dari laporan media, penegasan ini disampaikan sebagai klarifikasi resmi pemerintah atas simpang-siur informasi mengenai nominal anggaran program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang sempat beredar dengan angka Rp 480 triliun di media sosial.
“Rp 240 triliun yang betul,” kata Purbaya Yudhi Sadewa.
Ia menyatakan akan segera memeriksa kembali dokumen terkait guna memastikan tidak ada kesalahan ketik atau ketidakselarasan data yang tercantum dalam Buku 2 Nota Keuangan.
Ketidaksesuaian data ini pertama kali diungkapkan oleh anggota Komisi XI DPR RI, Harris Turino, melalui platform media sosial pribadinya.
Harris Turino mempertanyakan perbedaan nominal anggaran Badan Gizi Nasional (BGN) yang tertulis dalam lampiran dokumen sebesar Rp 480 triliun, sementara pidato kenegaraan presiden menyebutkan angka Rp 240 triliun.
“Ini dua kali lipat dibandingkan dengan narasinya,” kata Harris Turino.
Selain anggaran program MBG, Harris Turino juga menyoroti adanya diskrepansi data terkait target pertumbuhan ekonomi nasional untuk tahun 2027.
Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya menyampaikan target pertumbuhan ekonomi sebesar 6,0 persen.
Sebaliknya, dokumen Nota Keuangan yang menjadi lampiran resmi justru mencantumkan target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,9 persen.
Ketidaksinkronan antara narasi lisan presiden dan data tertulis tersebut memicu tuntutan transparansi dari legislatif mengenai validitas dokumen anggaran.
“Perbedaan data ini tentu mengundang saya untuk bertanya, mana yang lebih benar?” kata Harris Turino.
Ketidakpastian data tersebut menuntut verifikasi lebih lanjut dari pihak Kementerian Keuangan guna menjaga kredibilitas perencanaan fiskal negara.
Pemerintah berkomitmen untuk segera menyelaraskan data dalam dokumen RAPBN 2027 agar sesuai dengan kebijakan yang telah diputuskan.
Seluruh angka yang tercantum dalam dokumen anggaran akan ditinjau kembali oleh otoritas terkait untuk menghindari polemik lebih lanjut di masyarakat.
Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa angka Rp 240,2 triliun merupakan angka yang sah untuk alokasi program Makan Bergizi Gratis yang sepenuhnya bersumber dari rupiah murni.
Proses pembahasan anggaran di Kompleks Parlemen, Senayan, terus berlanjut untuk memastikan setiap pos belanja negara memiliki dasar hukum dan angka yang akurat.







