Ecozone

Astra Investasi Rp 8,8 Triliun Semester I, Pertambangan dan Kesehatan Jadi Fokus

140
×

Astra Investasi Rp 8,8 Triliun Semester I, Pertambangan dan Kesehatan Jadi Fokus

Sebarkan artikel ini
Astra Internasional Foto: TEMPO/Dasril Roszandi

Jakarta – PT Astra International Tbk mencatatkan belanja modal (capex) Rp 8,8 triliun pada semester I 2025. Sebagian besar dana dialokasikan untuk pembelian alat berat di bisnis kontraktor pertambangan.

Wakil Presiden Direktur Astra International, Rudy, menyampaikan hal ini dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (27/8/2025).

Selain pertambangan, capex juga digunakan untuk replanting dan perawatan pabrik Astra Agro.

Kemudian, pembelian mesin produksi Astra Otoparts, serta renovasi dan pembelian lahan baru untuk bisnis otomotif.

“Untuk Capex 2025 awalnya kami mencanangkan sebesar Rp 26 triliun. Namun melihat situasi dan kondisi yang ada, rasanya kami akan sesuaikan,” ujar Rudy.

Astra juga merealisasikan investasi Rp 3,3 triliun pada semester I 2025. Investasi ini difokuskan pada pengembangan aset logistik modern dan sektor kesehatan.

“Rasanya masih ada beberapa proyek dalam pipeline kami saat ini yang akan kami realisasikan di semester II 2025,” imbuh Rudy.

Saat ini, Astra fokus pada penguatan tujuh lini bisnis utama. Yaitu otomotif, jasa keuangan, alat berat dan pertambangan, konstruksi, agribisnis, teknologi informasi, serta infrastruktur dan properti.

Dalam jangka menengah dan panjang, perusahaan akan bertumpu pada sektor infrastruktur, kesehatan, dan mineral.

Dalam beberapa tahun terakhir, Astra telah melakukan akuisisi dan peningkatan kepemilikan di sektor-sektor strategis.

Di sektor kesehatan, Astra terlibat di RS Hermina, Heartology, hingga HaloDoc. Sementara di sektor mineral, fokusnya adalah pada emas dan nikel.

Astra juga terus menjajaki peluang investasi dan akuisisi perusahaan pergudangan yang selaras dengan bisnis inti. Serta potensi investasi di sektor lain.

“Kita akan melihat prospek sektor tersebut apakah cukup menjanjikan dan juga melihat peluang atau tersedianya potensi sinergi atau kolaborasi dengan lini bisnis Astra yang ada pada saat ini,” pungkas Rudy.