Padang – Aktivitas belajar mengajar di MAN 3 Padang kembali berjalan normal pada Kamis (16/7), sehari setelah insiden ledakan diduga bom rakitan yang dibawa seorang siswa.
Para siswa terpantau mengikuti kegiatan rutin sekolah, mulai dari apel pagi, senam bersama, hingga rangkaian Masa Ta’aruf Madrasah (MATAMUDA).
Kepala MAN 3 Padang, Marliza, menyebut para siswa mulai berdatangan ke sekolah sejak pukul 06.30 WIB.
Sebagian siswa bahkan sempat mengikuti kegiatan hafalan Al-Qur’an sebelum berkumpul untuk mengikuti apel pagi.
“Anak-anak hadir seperti biasa. Pagi ini mereka mengikuti apel, kemudian kami memberikan edukasi dan motivasi,” ujar Marliza.
Ia menambahkan, pihak sekolah sengaja menggelar senam pagi agar siswa merasa tenang dan yakin bahwa kondisi lingkungan sekolah aman.
Selain senam, siswa kelas X yang mengikuti MATAMUDA juga menjalani pelatihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) dan menerima penyuluhan kesehatan dari puskesmas setempat.
Marliza menjelaskan, sekolah tetap menjalankan seluruh agenda terjadwal guna memulihkan suasana belajar yang kondusif pascainsiden yang sempat menggegerkan tersebut.
Pihak sekolah juga proaktif memberikan pendampingan dengan mengajak para siswa berdiskusi terkait situasi terkini.
Hasil pemantauan menunjukkan para siswa tetap antusias mengikuti rangkaian kegiatan dan tidak menunjukkan tanda-tanda kecemasan berlebihan.
“Alhamdulillah anak-anak terlihat ceria saat mengikuti senam dan kegiatan lainnya. Kami terus memberikan dukungan agar seluruh aktivitas belajar berjalan seperti biasa,” tutur Marliza.
Ia menegaskan komitmen sekolah untuk menjaga lingkungan belajar tetap aman.
Seluruh proses pembelajaran dipastikan berjalan sesuai jadwal, sementara koordinasi dengan pihak terkait terus dilakukan seiring proses hukum yang berlangsung.




