PADANG – Anggota DPR RI Komisi II, Rahmat Saleh, menggelar silaturahmi dengan awak media di Kota Padang pada Jumat (18/4).
Dalam pertemuan tersebut, Rahmat membahas pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Kabupaten Pasaman.
“Kita tidak menyalahkan penyelenggara seperti KPU. Kita menyebut ini mungkin salah penafsiran aturan,” ujar Rahmat terkait penyebab PSU.
Ia menekankan bahwa PSU di Sumatera Barat, khususnya untuk pemilihan DPD, termasuk salah satu yang terbesar di Indonesia.
Rahmat berharap kejadian PSU seperti ini tidak terulang kembali dan proses demokrasi dijalankan dengan profesional.
“PSU di Pasaman menelan anggaran sebesar Rp15 miliar. Kita jalankan dengan profesional, jangan sampai ada gugatan lagi,” tegasnya.
Rahmat juga menyoroti kerawanan daerah Pasaman dalam pelaksanaan pemilu. Ia mewanti-wanti semua pihak agar kejadian serupa tidak terulang.
“Pasaman adalah daerah rawan, jangan sampai ini menjadi kecelakaan lagi,” katanya.
Terakhir, ia berharap KPU dapat lebih profesional dalam menyelenggarakan PSU di Pasaman, terutama dalam menangani isu-isu seperti keterlibatan terpidana dan ASN.
“Alhamdulillah KPU sudah kita harapkan bisa lebih profesional. Kita berharap PSU di Pasaman bisa berjalan dengan baik,” tutupnya. (*)




