Jakarta – Wakil Ketua Umum DPP PSI, Andy Budiman, menilai Polri di bawah Presiden penting untuk supremasi sipil dan akuntabilitas demokratis.
Menurutnya, semua instrumen kekuasaan negara harus di bawah kendali sipil dalam demokrasi.
“Presiden sebagai kepala pemerintahan merupakan pemegang mandat langsung dari rakyat,” kata Andy, Rabu (28/1/2026).
Ia menjelaskan, struktur Polri di bawah Presiden lebih efisien dengan rantai komando yang jelas.
Kondisi ini memungkinkan polisi merespons tantangan keamanan lebih terkoordinasi.
PSI berpandangan, netralitas polisi harus dijaga dengan profesionalisme, pembenahan institusional, dan pengawasan yang kuat.
Bukan dengan mengubah struktur kelembagaan.
Andy juga menilai, penempatan Polri di bawah Presiden memudahkan pertanggungjawaban politik kepada DPR dan publik.
“Atas dasar itu, PSI memandang penempatan kepolisian langsung di bawah Presiden sebagai pilihan yang rasional dan demokratis,” ujarnya.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengaku lebih memilih jadi petani daripada jadi Menteri Kepolisian.
Hal itu diungkapkan saat rapat kerja dengan Komisi III DPR RI, Senin lalu.
Listyo Sigit mengaku ditawari beberapa orang untuk menjadi Menteri Kepolisian melalui pesan WhatsApp.




