Berita

Prabowo Tinjau Pemanfaatan Interactive Flat Panel di Sekolah

108
×

Prabowo Tinjau Pemanfaatan Interactive Flat Panel di Sekolah

Sebarkan artikel ini
480f616ffd427db0b689b00c0e623116.jpg
480f616ffd427db0b689b00c0e623116.jpg

Bekasi – Presiden Prabowo Subianto meluncurkan papan digital interaktif (interactive flat panel) di SMPN 4 Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Senin, 17 November 2025. Peluncuran ini dilakukan saat Presiden meninjau langsung kesiapan penggunaan teknologi tersebut dalam proses belajar mengajar.

Prabowo tiba sekitar pukul 10.50 WIB mengenakan pakaian safari cokelat. Kedatangannya disambut meriah oleh penampilan musik marching band siswa sekolah.

Ia kemudian meninjau salah satu ruang kelas. Di sana, Presiden mengamati proses pembelajaran yang menggunakan smartboard, bahkan turut duduk di kursi siswa dan mendengarkan penjelasan guru.

Dalam kunjungan tersebut, Prabowo didampingi oleh sejumlah menteri. Turut hadir Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, serta Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi juga ikut mendampingi Presiden.

Menurut Indarwati Komariah, guru SMPN 4 Kota Bekasi, kehadiran papan digital interaktif meningkatkan antusiasme dan interaksi siswa. Teknologi ini menyediakan beragam sumber pembelajaran, termasuk ruang belajar murid.

“Anak-anak dapat melakukan eksplorasi melalui literasi digital karena tersedia buku digital. Selain itu, ada juga permainan yang mampu mengasah kemampuan berpikir analisis mereka,” jelas Indarwati.

Indarwati menambahkan, papan interaktif turut dilengkapi laboratorium virtual. Fitur ini memungkinkan siswa melakukan praktikum tanpa perlu mencari bahan fisik. Keuntungannya, bahan-bahan yang tersedia relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Ia mencontohkan, “Ketika mempelajari organ jantung, siswa dapat melihat gambaran detak jantung yang realistis sesuai fungsinya. Ini menjadikan pembelajaran lebih bermakna dan mendekati kehidupan mereka.”

Sebelumnya, Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengungkapkan bahwa baru 50 ribu papan pintar interaktif yang digunakan sekolah-sekolah di Indonesia. “Saat ini sudah lebih dari 50 ribu yang digunakan dan lebih dari 150 ribu yang terkirim,” kata Mu’ti saat memberikan keterangan di Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta Selatan, pada Selasa, 11 November 2025.

Kemendikdasmen menargetkan penyaluran IFP sebanyak 288 ribu unit pada tahun 2025. Mu’ti berharap, setiap sekolah nantinya akan mendapatkan satu unit IFP untuk mendukung proses belajar mengajar.

Pemerintah juga berencana menambah jumlah penyaluran IFP pada tahun depan. “Tahun depan, sesuai janji Presiden dalam rapat kabinet, akan dibagikan tiga unit per sekolah hingga tahun 2026. Diharapkan ada empat unit IFP di setiap sekolah,” pungkas Mu’ti.