Berita

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III Disorot, Ekonom Temukan Kejanggalan Data

116
×

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III Disorot, Ekonom Temukan Kejanggalan Data

Sebarkan artikel ini
ekonom-celios-beberkan-sejumlah-kejanggalan-di-balik-pertumbuhan-ekonomi-5,04-persen
ekonom celios beberkan sejumlah kejanggalan di balik pertumbuhan ekonomi 5,04 persen

Jakarta – Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2025 sebesar 5,04% memicu tanda tanya di kalangan ekonom. Data yang dirilis dinilai mengandung sejumlah kejanggalan.

Ekonom Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, menyoroti perlambatan konsumsi rumah tangga sebagai masalah utama.

“Konsumsi rumah tangga hanya tumbuh 4,89% di kuartal III 2025, lebih rendah dari kuartal I yang mencapai 4,91%,” ungkap Huda, Rabu (5/11/2025). “Ini menunjukkan daya beli masyarakat lebih buruk dibandingkan awal tahun.”

Huda menilai, angka ini selaras dengan indeks keyakinan konsumen yang terus menurun. Namun, pertumbuhan ekonomi justru lebih tinggi meski konsumsi rumah tangga melambat.

“Kejanggalan ini muncul karena konsumsi rumah tangga merupakan komponen terbesar pembentuk PDB, yaitu 53%,” tegasnya.

Selain konsumsi rumah tangga, Huda juga menyoroti Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB), khususnya pada sektor mesin dan perlengkapan.

Ia mempertanyakan pertumbuhan PMTB mesin dan perlengkapan yang mencapai 17%, sementara impor mesin dan perlengkapan hanya naik 5,48%.

“Mengapa PMTB mesin dan perlengkapan bisa tumbuh hingga 17%? Ini perlu dipertanyakan,” kata Huda.

Kejanggalan lain yang disoroti adalah klaim pertumbuhan pengeluaran pemerintah sebesar 5,49%. Huda menilai angka ini tidak sesuai dengan realisasi belanja pemerintah yang baru mencapai 61,71% hingga September 2025.

“Realisasi penyerapan anggaran masih buruk, namun pertumbuhan konsumsi pemerintah meningkat signifikan,” jelasnya.

Secara sektoral, pertumbuhan ekonomi ditopang oleh sektor jasa. Sementara itu, sektor industri pengolahan justru mengalami perlambatan.

Huda juga menyoroti peningkatan tingkat pengangguran terbuka (TPT) menjadi 4,85%.

“Jumlah pengangguran bertambah 180 ribu orang. Pertumbuhan ekonomi kita semakin tidak berkualitas,” tegasnya.

Huda menekankan pentingnya kuartal IV 2025 untuk memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ia berharap pemerintah fokus memulihkan daya beli masyarakat.