Teheran – Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, memerintahkan militernya menutup akses di Selat Hormuz. Perintah ini disampaikan dalam pernyataan perdananya setelah dikukuhkan sebagai pemimpin tertinggi baru Iran pada Minggu (8/3/2026).
“Tuas untuk memblokir Selat Hormuz harus benar-benar digunakan,” tegas Khamenei.
Pernyataan tertulisnya dibacakan presenter televisi pemerintah Iran, Kamis (12/3/2026), seperti dikutip dari Al Arabiya.
Selain itu, Khamenei menyerukan penutupan pangkalan militer AS di negara-negara kawasan.
“Saya merekomendasikan agar mereka menutup pangkalan-pangkalan itu sesegera mungkin,” ujarnya.
Ia menambahkan klaim AS tentang keamanan dan perdamaian hanyalah kebohongan.
Khamenei juga bersumpah membalas kematian ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, akibat serangan AS-Israel pada 28 Februari 2026.
“Sebagian kecil dari pembalasan ini sejauh ini telah terwujud secara nyata,” katanya.
“Namun sampai sepenuhnya tercapai, persoalan ini akan tetap menjadi salah satu prioritas kami.”
Iran akan menuntut kompensasi dari musuh. Jika ditolak, Iran akan mengambil atau menghancurkan harta benda musuh.
Khamenei juga berterima kasih kepada sekutu-sekutu Iran di kawasan, termasuk Hizbullah Lebanon, Houthi Yaman, dan kelompok bersenjata di Irak.
“Kami menganggap negara-negara Front Perlawanan sebagai sahabat terbaik kami,” ujarnya.
“Perjuangan perlawanan serta Front Perlawanan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari nilai-nilai Revolusi Islam.”
Sejak dikukuhkan sebagai pemimpin tertinggi, Khamenei yang kini berusia 56 tahun belum tampil di publik.
Menurut laporan televisi pemerintah, Khamenei terluka selama perang Iran melawan AS dan Israel.
Namun, Kementerian Luar Negeri Iran memastikan kondisinya baik.







