Berita

Mahasiswa Timor Leste Ikuti Jejak RI, Protes Mobil Baru DPR

72
×

Mahasiswa Timor Leste Ikuti Jejak RI, Protes Mobil Baru DPR

Sebarkan artikel ini
3b4821c23aa0d4d59f9aaf87a4943d40.jpg
3b4821c23aa0d4d59f9aaf87a4943d40.jpg

Dili – Lebih dari 1.000 mahasiswa di Timor Leste menggelar unjuk rasa menolak rencana pembelian mobil mewah jenis Toyota Prado untuk 65 anggota parlemen pada Senin, 15 September 2025. Demonstrasi yang berlangsung di dekat Parlemen Nasional ini berujung ricuh, memaksa polisi menembakkan gas air mata ke arah demonstran.

Kericuhan dimulai setelah beberapa pengunjuk rasa melemparkan batu ke arah gedung parlemen, menyebabkan kerusakan pada beberapa mobil yang terparkir. Polisi kemudian merespons dengan menembakkan gas air mata. Insiden ini melukai sedikitnya empat demonstran yang segera dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat.

“Kami meminta anggota parlemen untuk membatalkan keputusan pembelian Prado demi kemajuan diri,” tegas Leonito Carvalho, seorang mahasiswa dari Universidade da Paz, sebuah universitas swasta di Dili. “Jika tidak, kami akan tetap berdiri di sini.”

Menanggapi insiden tersebut, pejabat polisi nasional Justino Menezes menyatakan pihak berwenang akan memanggil koordinator protes untuk menuntut pertanggungjawaban atas kerusakan yang ditimbulkan.

Rencana pembelian mobil dinas ini menjadi titik api terbaru di negara yang sangat bergantung pada sumber daya alam. Beberapa partai politik Timor Leste yang tahun lalu menyetujui anggaran 2025 untuk pembelian mobil Toyota Prado bagi anggota parlemen kini menyatakan akan meminta pembatalan keputusan tersebut.

Dalam pernyataan bersama, Kongres Nasional untuk Rekonstruksi Timor, Partai Demokrat, dan Memperkaya Persatuan Nasional Putra Timor menegaskan bahwa pembelian tersebut tidak mencerminkan kepentingan publik. Menurut Bank Dunia, lebih dari 40 persen penduduk Timor Leste hidup di bawah garis kemiskinan. Negara ini juga bergulat dengan tingkat kesenjangan, kekurangan gizi, dan pengangguran yang tinggi, serta masih sangat bergantung pada minyak tanpa diversifikasi ke sektor lain yang signifikan.