Berita

Israel Gempur Qatar, Perintah Netanyahu Usai Penembakan Yerusalem?

124
×

Israel Gempur Qatar, Perintah Netanyahu Usai Penembakan Yerusalem?

Sebarkan artikel ini
89571b0f1228580ca702481096ea29b3.jpg
89571b0f1228580ca702481096ea29b3.jpg

Doha – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan serangan terhadap para pemimpin Hamas di Doha, Qatar, pada Selasa (9/9/2025). Keputusan ini diambil sebagai balasan atas insiden penembakan mematikan di Yerusalem sehari sebelumnya.

Instruksi ini disampaikan dalam pernyataan bersama antara Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz. Mereka menyatakan bahwa arahan untuk menargetkan pemimpin Hamas diberikan setelah serangan di Yerusalem dan Gaza kemarin, dan telah diputuskan untuk dilaksanakan pada siang hari ini, Selasa.

Dentuman ledakan dilaporkan terdengar di Doha, ibu kota Qatar, pada hari yang sama. Pada saat itu, perwakilan Hamas sedang mengadakan pertemuan dengan pemerintah Qatar untuk membahas gencatan senjata di Gaza, Palestina.

Laporan menyebutkan bahwa serangan tersebut menargetkan para pemimpin Hamas di Doha, termasuk kepala negosiator Hamas, Khalil Al Hayya. Ini merupakan kali pertama Israel melancarkan operasi militer di wilayah Qatar.

Serangan di Doha ini dipicu oleh insiden penembakan di sebuah halte bus di pinggiran Yerusalem pada Senin (8/9/2025). Peristiwa tersebut menyebabkan lima orang tewas dan sebelas lainnya luka-luka.

Polisi Israel menjelaskan bahwa dua penyerang datang dengan mobil di Persimpangan Ramot dan melepaskan tembakan ke arah warga yang sedang menunggu bus.

Di lokasi kejadian, polisi menemukan senjata api, amunisi, dan pisau yang digunakan oleh para pelaku. Polisi hanya menyebut keduanya sebagai “teroris” tanpa merinci identitas mereka.

Kelompok Hamas memuji dua “pejuang perlawanan” Palestina yang disebut-sebut sebagai pelaku insiden tersebut. Namun, Hamas tidak secara langsung mengaku bertanggung jawab atas serangan penembakan itu.