Ecozone

IHSG Ditutup Menguat ke 6.525, Saham BUMI hingga BBCA Diburu Investor

45
×

IHSG Ditutup Menguat ke 6.525, Saham BUMI hingga BBCA Diburu Investor

Sebarkan artikel ini
Layar monitor yang menampilkan grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia
IHSG ditutup menguat ke level 6.525 pada perdagangan akhir pekan, Jumat (21/8/2026).

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan sebesar 0,37% dan ditutup di level 6.525 pada perdagangan akhir pekan, Jumat (21/8/2026).

Dilansir dari Bursa Efek Indonesia (BEI), pergerakan pasar saham hari ini diwarnai oleh aksi beli investor yang mendorong 319 saham ke zona hijau, sementara 294 saham mengalami koreksi dan 178 saham lainnya stagnan.

Total nilai transaksi yang tercatat di bursa mencapai Rp 17,43 triliun dengan volume perdagangan sebesar 58,11 miliar saham.

Frekuensi transaksi selama sesi perdagangan berlangsung tercatat sebanyak 2,25 juta kali.

Kapitalisasi pasar IHSG hingga penutupan hari ini mencapai angka Rp 11.473 triliun.

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) memimpin daftar saham dengan nilai transaksi terbesar, yakni sebesar Rp 1,22 triliun.

Posisi kedua ditempati oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dengan nilai transaksi mencapai Rp 1,12 triliun.

PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp 666,93 miliar.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menyusul dengan nilai transaksi sebesar Rp 648,87 miliar.

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp 641,02 miliar.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) melengkapi daftar dengan nilai transaksi sebesar Rp 601,79 miliar.

Delapan dari sebelas sektor di BEI berhasil ditutup di zona hijau, dengan sektor infrastruktur mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 0,63%.

Saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) berkontribusi pada kenaikan sektor tersebut dengan apresiasi 5,10% ke level Rp 330.

Kondisi bursa saham Asia mayoritas berada di zona positif, dengan indeks Shanghai Composite naik 0,04%, Hang Seng tumbuh 1,21%, dan Straits Times naik 0,30%.

Berbeda dengan tren regional, indeks Nikkei justru mengalami penurunan sebesar 0,30%.

Daftar saham top gainers dipimpin oleh PT Cipta Selera Murni Tbk (CSMI) yang naik 34,68% ke level Rp 167.

PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDM) menyusul dengan kenaikan 17,07% ke level Rp 96.

PT Pakuan Tbk (UANG) mencatatkan kenaikan 4,56% ke level Rp 2.520.

Di sisi lain, saham top losers mencakup PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) yang turun 5,11% ke level Rp 835.

PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) terkoreksi 4,07% menjadi Rp 472.

PT Bayan Resources Tbk (BYAN) ditutup melemah 3,55% ke level Rp 15.600.