Berita

Budi Gunawan Ucapkan Terima Kasih ke Prabowo Usai Dicopot dari Jabatan

159
×

Budi Gunawan Ucapkan Terima Kasih ke Prabowo Usai Dicopot dari Jabatan

Sebarkan artikel ini
73976f0484d4035446563689adf3d4af.jpg
73976f0484d4035446563689adf3d4af.jpg

Jakarta – Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Budi Gunawan, buka suara setelah jabatannya dicopot oleh Presiden Prabowo Subianto dalam perombakan Kabinet Merah Putih. Melalui pesan WhatsApp pada Sabtu, 13 September 2025, Budi menyatakan menghormati penuh keputusan Presiden dan menyebut penyegaran kabinet adalah hak prerogatif Kepala Negara.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Prabowo, menegaskan komitmen penuh untuk mendukung dan loyal kepada Presiden serta pemerintah.

Sebagai pengganti, Presiden Prabowo menunjuk Sjafrie Sjamsoeddin, yang saat ini juga menjabat Menteri Pertahanan, sebagai pejabat ad interim Menko Polhukam. Penunjukan Sjafrie dilakukan seiring dengan pengumuman perombakan kabinet.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa perombakan kabinet merupakan bagian dari evaluasi berkelanjutan. “Pertimbangannya evaluasi terus-menerus,” ucap Prasetyo menjelang pelantikan di Istana Negara, Senin, 8 September 2025.

Dalam kesempatan yang sama, Budi mengungkap bahwa dirinya sempat mengalami masalah kesehatan, yaitu saraf terjepit atau hernia nukleus pulposus (HNP) yang membatasi mobilitasnya. “Saat ini sedang pemulihan, aktivitas sudah normal, insya Allah dalam waktu dekat sudah tuntas, mohon doanya,” kata dia.

Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) itu juga menyerukan agar masyarakat tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. “Mari sama-sama menjaga persatuan dan kesatuan, merajut suasana yang damai dan sejuk untuk bangsa dan negara,” ujar Budi.

Budi Gunawan dikenal sebagai salah satu figur dekat Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, setelah pernah menjabat sebagai ajudan saat Megawati menjabat presiden. Kehadiran Budi dalam susunan kabinet sebelumnya kerap disebut sebagai representasi PDI Perjuangan di pemerintahan Prabowo.

Perubahan kabinet oleh Prabowo diduga berkaitan dengan gelombang demonstrasi yang berujung pada kerusuhan sepanjang 25 Agustus hingga 1 September 2025. Demonstrasi ini mulanya menuntut pembubaran DPR setelah adanya kebijakan kenaikan gaji dan tunjangan anggota legislatif.

Eskalasi aksi massa semakin memuncak setelah seorang pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, tewas terlindas kendaraan taktis milik Brigade Mobil (Brimob) Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya. Peristiwa tragis ini memperluas tuntutan massa, termasuk mendesak perombakan kabinet Prabowo.