BeritaPeristiwa

Yenny Wahid Raih Penghargaan Tokoh Perdamaian

503
×

Yenny Wahid Raih Penghargaan Tokoh Perdamaian

Sebarkan artikel ini
Yenny Wahid Raih Penghargaan Tokoh Pembawa Damai, Sebut Peran Ganjar kemudian Mahfud MD

Jakarta – Direktur Wahid Foundation Zannuba Ariffah Chafsoh atau populer disapa Yenny Wahidmendapat penghargaan sebagai ‘Tokoh Pembawa Damai Indonesia’ bersatu beberapa orang tokoh lainnya dari kalangan umat Kristiani, Hindu, Budha, Konghuchu, juga Aliran Kepercayaan.

Penghargaan diserahkan di acara Perayaan Natal juga Tahun Baru (Nataru) Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud yang tersebut dikemas di ‘Konser Lilin Putih’ di dalam Gedung Balai Sarbini, Jakarta, Rabu (3/1/2024) malam.

Yenny Wahid diberikan penghargaan ini berhadapan dengan dedikasinya sebagai penjunjung perdamaian juga toleransi. Juga melawan dedikasinya di pelayanan publik, jurnalisme, serta bisnis.

Selain itu, itu juga Yenny mendedikasikan kariernya di pemberdayaan komunitas marjinal juga menciptakan inovasi sosial yang digunakan positif juga mendirikan Wahid Foundation.

Selain Yenny Wahid, beberapa orang tokoh yang digunakan juga mendapat penghargaan mirip antara lain, Ps. Dharana Moniaga, menghadapi dedikasinya sebagai pendeta yang digunakan terlibat di pelayanan gereja lalu kebangsaan pada komunitas anak muda.

Kemudian Peter Lesmana, yang dimaksud merupakan Wakil Ketua Umum Hukum, Humas dan juga Teknologi informasi Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia.

Tokoh selanjutnya yaitu I Gede Suparta Putra, tokoh umat Hindu yang mana terlibat melakukan pelayanan di tempat Pura Agung Wira Satya Buana juga Ketua Area organisasi Pengurus Pinandita Sanggraha Nusantara.

Kemudian, Kanjeng Raden Tumenggung Romo Asun Gotama, Wakil Sekjen DPP Perwakilan Umat Budha Indonesia kemudian Roy Wibisono Napitupulu, spiritualis kemudian budayawan.

Mewakili penerima penghargaan Tokoh Pembawa Damai Indonesia, Yenny Wahid menyampaikan terima kasih melawan penghargaan yang tersebut sudah diberikan. Yenny juga turut mengucapkan Selamat Natal dan juga Tahun Baru untuk seluruh umat kristiani yang tersebut hadir pada kesempatan ini.

Putri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur itu kemudian berbicara tentang makna kata Islam, agama yang tersebut dianutnya.

“Saya ingin bercerita sedikit tentang agama saya Islam. Islam dapat berarti sejumlah hal, salah satunya asalmu, artinya kedamaian. Karena itu, umat Islam ketika bertemu dengan orang lain biasa menyapa Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam kedamaian, keberkahan, kemudian rahmat Tuhan semoga tercurah melawan dirimu. Itulah doa yang digunakan selalu kita ucapkan satu serupa lainnya,” ujar Yenny Wahid.

Selain itu, pada kesempatan ini Yenny mengutip sebuah hadits Nabi Muhammad yang tersebut berbunyi bahwa ‘perbedaan di tempat kalangan umat manusia adalah Rahmat’.

“Perbedaan adalah sesuatu yang harus disyukuri. Bukan dijadikan alat untuk memecah belah. Perbedaan adalah kekuatan kita semua dan juga Indonesia penuh dengan keindahan tersebut. Kita beruntung oleh sebab itu negara kita begitu kaya, dengan latar belakang yang dimaksud begitu berbeda, diantara para umatnya, dengan etnis, suku, agama yang tersebut berbeda. Inilah kekayaan alam Indonesia, inilah kekayaan budaya Indonesia. Kekayaan kultural Indonesia yang digunakan harus kita syukuri,” katanya.