Padang – Pemerintah Kota Padang mengambil langkah proaktif dalam membangun kembali infrastruktur yang rusak pasca-banjir besar, sekaligus menyiapkan kota menghadapi bencana di masa depan.
Pemko Padang resmi menggandeng Universitas Andalas (Unand) melalui penandatanganan perjanjian kerja sama untuk melakukan kajian mendalam mengenai dampak bencana terhadap infrastruktur kota.
Kerja sama ini, yang ditandatangani di Rektorat Unand pada Senin (22/12/2025) menjadi landasan strategis dalam memperkuat upaya mitigasi dan penanganan bencana.
Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas dan ketahanan infrastruktur di Kota Padang.
Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Padang, Tarmizi Ismail, menegaskan pentingnya kolaborasi ini.
“Kerja sama dengan Unand ini krusial untuk memperkuat mitigasi dan penanganan bencana. Hasilnya akan meningkatkan kualitas infrastruktur Kota Padang,” ujarnya.
Tim gabungan dari Pemko Padang dan Unand akan fokus mengumpulkan data rinci tentang kebutuhan infrastruktur perumahan bagi warga terdampak.
Mereka juga akan menganalisis kebutuhan mendesak, mengidentifikasi lokasi strategis untuk pembangunan infrastruktur baru, dan menyusun rekomendasi komprehensif guna menciptakan infrastruktur yang lebih tangguh terhadap bencana di masa mendatang.
“Perjanjian ini akan segera ditindaklanjuti dengan pengaturan pelaksanaan yang lebih rinci agar kajian yang dihasilkan benar-benar aplikatif dan efektif,” jelas Tarmizi.
Kerja sama antara Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang dan Unand ini merupakan implementasi nyata dari Kesepakatan Bersama (MoU) sebelumnya.
MoU tersebut meliputi berbagai aspek, termasuk pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kolaborasi ini diharapkan menghasilkan kajian mendalam yang akan memandu upaya pemulihan dan pembangunan kembali kota agar lebih terarah dan berkelanjutan.
Turut hadir dalam penandatanganan tersebut antara lain Asisten Perekonomian dan Pembangunan Didi Aryadi, Kepala Dinas PUPR Tri Hadiyanto, Kabag Kerjasama OS Damanik, Wakil Rektor IV Unand, perwakilan LPPM Unand, Pusat Studi Kajian Bencana Unand, dan Kasubdit Kerjasama Unand.







