Berita

TNI Perbaiki Jalan KKA, Sembako Takengon Terhambat Konvoi GAM

133
×

TNI Perbaiki Jalan KKA, Sembako Takengon Terhambat Konvoi GAM

Sebarkan artikel ini
terjebak-12-jam-di-jalan-kka-bener-meriah
terjebak 12 jam di jalan kka bener meriah

Padang – Bantuan sembako dan obat-obatan untuk warga Takengon, Aceh Tengah terhambat. Mobil pembawa bantuan dari Aceh Tamiang dihentikan di Jalan Kertas Kraft Aceh (KKA), Bener Meriah, Aceh, Jumat (26/12/2025).

Palang darurat berupa bangku panjang dijaga prajurit TNI.

Warga Takengon membutuhkan bantuan karena harga beras, gas elpiji, dan BBM naik. Hal ini diungkapkan relawan, dr. Muchsin.

Ada dua rute alternatif memasok logistik ke Takengon: lewat Bireun atau Lhoksemawe.

Jalan ke Bireun dari Aceh Tamiang memakan waktu tujuh jam. Harus melewati Jembatan Teupi Mane yang sempat terputus, dengan waktu tempuh empat jam ditambah antrean buka tutup.

Google Maps menunjukkan jalur memutar melalui Tangse dan Meulaboh, lebih dari 10 jam.

Simpang KKA menjadi jalur tercepat ke Aceh Tengah dari Aceh Tamiang. Namun, lalu lintas tersendat di Kuala Simpang.

Informasi yang diterima, ada konvoi motor pemuda berbendera GAM di Aceh Utara, Lhokseumawe, hingga Langsa.

Sempat terjadi keributan kecil di Lhokseumawe. Seorang peserta konvoi membawa senjata laras panjang dihentikan tentara. Mereka diminta menurunkan bendera dan menyerahkan senjata.

Kemacetan akibat bendera GAM hanya berlangsung satu jam. Perjalanan dilanjutkan meski tegang, mengingat Jalan KKA menjadi pengingat luka lama masa DOM.

Seorang perwira TNI mengatakan, nama kamp menjadi penanda keberhasilan tentara melawan GAM pada masa DOM.

Di jembatan Jalan KKA, Supriadi bersama cucunya menyaksikan perbaikan jembatan oleh dua eskavator.

Alat berat mencungkil batu besar dari sungai, dioper ke truk pengangkut untuk dibawa ke jalan lunak. Jalan berlumpur itu kemudian digilas eskavator yang dioperasikan aparat TNI dari satuan Zeni Iskandar Muda.

Supriadi terkekeh melihat mobil pickup hitam berupaya menembus jalan berlumpur. Mesin melengking, namun mobil tetap terjebak.

Sepuluh pria dewasa datang mendorong dibantu tarikan mobil 4×4.

“Saya sudah dua malam di sini. Kalau sekarang enggak bisa lewat jadi tiga malam,” kata Supriadi.

Sopir truk pengirim logistik dari Jakarta ke Aceh itu sudah satu pekan pergi dari Takengon. Dia mencari bantuan sembako dari kerabat di Langsa dan Lhokseumawe.

Motornya pecah ban dan putus rantai. Dia harus membayar sopir truk untuk membawa motornya dari Lhokseumawe.

Sejak dua hari lalu, mereka terjebak di jembatan. “Tidur di rumah warga. Kalau makan banyak yang jualan,” katanya.

Kakek berusia tujuh puluhan itu mengungkapkan, awal bencana sembako langka karena akses jalan terputus.

Kelaparan terjadi tanpa pandang status ekonomi. Orang kaya dan miskin tidak bisa mengakses beras dan bahan bakar. Kalaupun ada, harganya mahal.

“Di Takengon itu, saya beli dari tentara harganya Rp 65 ribu,” kata dia.

Supriadi nekat keluar dari Takengon mencari sembako. Sebenarnya, jembatan Jalan KKA sudah diperbaiki dan bisa dilalui sejak pekan lalu.

Namun, hujan yang tidak berhenti membuat banjir kembali merusak struktur jembatan dan jalan.

Petugas gabungan dari TNI dan Dinas PU kembali memperbaiki jembatan. “Jam enam sore nanti petugasnya berhenti. Mudah-mudahan saja selesai,” kata seorang tentara.