Berita

Polisi Bongkar Jaringan Perekrut WNI ke Kamboja, Beroperasi di Indonesia

161
×

Polisi Bongkar Jaringan Perekrut WNI ke Kamboja, Beroperasi di Indonesia

Sebarkan artikel ini
0f05baa647eaf8cf61aa76c21696902f.jpg
0f05baa647eaf8cf61aa76c21696902f.jpg

Jakarta – Sembilan WNI korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kamboja berhasil dipulangkan ke tanah air. Bareskrim Polri kini fokus memburu jaringan perekrut yang beroperasi di Indonesia.

Polisi tengah mengidentifikasi dan menyelidiki keberadaan para perekrut yang bertanggung jawab mengirim para korban ke Kamboja.

“Perekrut itu posisinya ada di Indonesia. Sedang kami lakukan penyelidikan. Kami identifikasi posisinya ada di mana,” tegas Kepala Desk Ketenagakerjaan Polri, Brigadir Jenderal Mohammad Irhamni, di Gedung Bareskrim Polri, Jumat (26/12/2025).

Para korban diiming-imingi gaji menggiurkan hingga Rp 9 juta per bulan sebagai operator komputer. Namun, sesampainya di Kamboja, mereka justru dipekerjakan di industri scam online dan judi online.

Menurut Irhamni, sebagian besar pemilik usaha scam dan judi online tersebut adalah warga negara asing. “Bosnya dari luar negeri juga, dari Cina. Bukan warga lokal Kamboja,” ungkapnya.

Sembilan korban TPPO yang berhasil diselamatkan terdiri dari tiga perempuan dan enam laki-laki. Mereka berasal dari berbagai daerah, termasuk Jawa Barat, Jakarta, Sumatera Utara, dan Sulawesi Utara. Mirisnya, salah satu korban sedang mengandung enam bulan.

Kasus ini terungkap setelah video salah satu korban viral di media sosial. Orang tua korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Bareskrim Polri.

Tim Bareskrim bergerak cepat menuju Kamboja pada 15 Desember 2025 untuk menyelamatkan para korban dan melakukan penyelidikan terkait dugaan TPPO.

Polisi saat ini tengah mendalami dugaan pelanggaran Pasal 4 Undang-Undang 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan atau Pasal 81 Undang-Undang 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran.

“Kami akan mengejar perekrut, team leader, dan bos pelaku yang menikmati semua keuntungan dari pekerjaan ini,” pungkas Irhamni.