Jambi – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengumumkan bahwa tiga kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Jambi kini telah memasuki tahap penyelidikan resmi oleh tim penegakan hukum (Gakkum) Kementerian Kehutanan pada Rabu (26/8/2026).
Dilansir dari laporan resmi Kementerian Kehutanan, penyelidikan tersebut merupakan bagian dari 42 kasus pelanggaran karhutla yang sedang ditangani secara nasional oleh otoritas terkait.
“Dari tim Gakkum, saat ini di Indonesia ada 42 kasus pelanggaran karhutla, ada tiga kasus dari Jambi yang sedang ditangani tim dan kami sudah minta Kejati terus berkoordinasi untuk mengungkapkan kasus itu,” kata Raja Juli Antoni.
Pemerintah menegaskan komitmen untuk bersikap tegas dan tidak pandang bulu dalam menindak pelaku pembakaran lahan, baik dari kalangan perorangan maupun korporasi.
Langkah penegakan hukum ini merupakan bentuk pelaksanaan langsung dari arahan Presiden Prabowo Subianto terkait perlindungan ekosistem hutan nasional.
“Gakkum Kementerian Kehutanan tidak akan pandang pilih dalam menegakkan hukum terkait kasus karhutla di Tanah Air, termasuk di Jambi, baik perorangan maupun perusahaan untuk ditindak sesuai hukum berlaku,” kata Raja Juli Antoni.
Pemerintah pusat turut mendesak Pemerintah Provinsi Jambi untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor guna menanggulangi ancaman kebakaran yang dipicu oleh musim kemarau ekstrem.
Kondisi cuaca tahun 2026 yang dinilai menyerupai pola iklim tahun 2015 menuntut kesiapsiagaan tinggi dari seluruh pemangku kepentingan di daerah.
Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, Manggala Agni, kejaksaan, BNPB, BNPD, serta BMKG menjadi kunci utama dalam meminimalisir dampak kerusakan lingkungan.
Saat ini, titik api atau firespot masih terdeteksi di tiga wilayah kabupaten, yakni Sarolangun, Batang Hari, dan Tebo.
Sebagai langkah mitigasi teknis, pemerintah akan segera melaksanakan operasi modifikasi cuaca di titik-titik rawan kebakaran tersebut.
Kementerian Kehutanan juga akan menambah satu unit helikopter water bombing untuk memperkuat armada pemadaman udara di wilayah Jambi.
“Ada tambahan satu lagi helikopter water bombing untuk Jambi dalam waktu dekat,” ujar Raja Juli Antoni.
Masyarakat setempat diimbau secara tegas untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan metode pembakaran yang berisiko memicu api lebih luas.
Strategi penanganan karhutla di Jambi saat ini difokuskan pada dua jalur utama, yakni penegakan hukum yang ketat serta optimalisasi upaya pencegahan dan pemadaman di lapangan.
Seluruh pihak diharapkan dapat menanggalkan ego sektoral demi memastikan perlindungan kawasan hutan tetap terjaga di tengah tantangan cuaca yang ekstrem.







