News

Mengenang Rachmat Gobel, Sosok Pekerja Keras yang Dihormati Tokoh Bangsa

136
×

Mengenang Rachmat Gobel, Sosok Pekerja Keras yang Dihormati Tokoh Bangsa

Sebarkan artikel ini
f328b200a2d21fae1ca012cd5c8f8f34.jpg
f328b200a2d21fae1ca012cd5c8f8f34.jpg

Jakarta, Fenesia.com – Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, menyambangi rumah duka mendiang Rachmat Gobel di Jakarta Selatan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang pernah menjadi pembantunya di kabinet tersebut.

Kehadiran mantan kepala negara itu menjadi simbol penghormatan atas dedikasi almarhum yang dikenal luas sebagai pengusaha sukses sekaligus politisi senior.

Jokowi mengenang mendiang sebagai pribadi yang memiliki dedikasi tinggi dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan selama menjabat sebagai Menteri Perdagangan pada periode 2014-2015.

“Pak Gobel adalah pribadi yang baik, menteri yang pekerja keras,” ujar Jokowi saat berada di rumah duka, Jumat (10/7).

Suasana duka menyelimuti kediaman almarhum dengan kedatangan sejumlah tokoh nasional dan pimpinan partai politik yang memberikan belasungkawa.

Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, menjadi salah satu tokoh yang hadir dengan perasaan terpukul atas kepergian mendadak sang politisi.

Ia mengaku terkejut karena almarhum masih terpantau bugar dan aktif menjalankan tugas kedewanan hingga malam sebelum mengembuskan napas terakhir.

Surya Paloh menerima kabar duka tersebut pada dini hari, tepatnya sekitar pukul 04.30 WIB.

Dalam kenangannya, ia menilai almarhum sebagai figur yang memiliki kemampuan komunikasi yang sangat baik di berbagai lapisan masyarakat.

“Dia pekerja keras, mudah bergaul, saya merasa kehilangan seorang adik,” ujar Surya Paloh.

Lebih jauh, ia menyoroti peran strategis almarhum sebagai jembatan diplomasi ekonomi antara Indonesia dan Jepang.

Latar belakang pendidikan serta jejaring yang luas di Negeri Sakura membuat mendiang menjadi sosok kunci dalam menjaga stabilitas hubungan bilateral.

“Secara khusus Rachmat mendapat kepercayaan baik dari pemerintah maupun dari partai agar bagaimana menjaga hubungan komunikasi hubungan bilateral antara Indonesia dan Jepang. Karena latar pendidikannya lama di Jepang,” jelasnya.

Duka mendalam juga dirasakan oleh Ketua Umum Partai Amanat Nasional sekaligus Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan.

Pria yang akrab disapa Zulhas ini bersaksi bahwa almarhum merupakan sosok pejuang yang telah meninggalkan banyak warisan positif bagi bangsa.

Ia mengungkapkan momen pertemuan terakhir mereka terjadi saat puncak acara Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII di Kabupaten Gorontalo, akhir Juni lalu.

“Saya sangat berduka, Indonesia berduka, kita semua bersaksi bahwa beliau ini orang baik ya. Dan banyak karyanya, banyak legacy-nya. Tentu kita merasa kehilangan,” kata Zulhas.

Dari sisi dunia usaha, Ketua Umum KADIN, Anindya Bakrie, memberikan apresiasi tinggi terhadap integritas yang ditunjukkan mendiang selama berkiprah di sektor industri.

Anindya memandang almarhum bukan sekadar senior di dunia bisnis, melainkan sosok teladan yang selalu menekankan pentingnya penguatan industri dalam negeri.

Ia mengenang nasihat spesifik yang pernah diberikan oleh mendiang kepadanya terkait prioritas pengembangan sektor perdagangan ke depan.

“Saya ingat waktu itu disampaikan, ‘Nin, yang penting industrinya dibawahi’. Jadi, dalam segala macam usaha perdagangan, jangan lupa untuk membangun industri, apalagi industri dalam negeri,” ujar Anindya.

Kepergian Rachmat Gobel meninggalkan jejak panjang baik di kancah politik maupun pengembangan industri manufaktur nasional.

Publik kini mengenang sosoknya sebagai pengusaha yang konsisten memperjuangkan kemandirian ekonomi Indonesia melalui sektor industri.

Keluarga besar Panasonic Gobel dan kolega politiknya dipastikan akan melanjutkan visi besar yang telah dibangun oleh almarhum selama masa hidupnya.