News

Kirab Ancak Agung Jember Kembali Pecahkan Rekor MURI 867 Sajian

3
×

Kirab Ancak Agung Jember Kembali Pecahkan Rekor MURI 867 Sajian

Sebarkan artikel ini
Pawai 867 ancak agung dalam Kirab Ancak Agung di Jember untuk memperingati Maulid Nabi dan HUT RI.
Kirab Ancak Agung di Jember sukses memecahkan rekor MURI dengan menampilkan 867 sajian ancak.

Jember, Jawa Timur – Pemerintah Kabupaten Jember memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui penyelenggaraan Kirab Ancak Agung dengan jumlah 867 ancak yang diarak dari Jalan Gajahmada menuju Alun-Alun Kabupaten Jember pada Sabtu (22/8/2026) dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW serta perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dilansir dari Republika.co.id, kegiatan ini berhasil melampaui capaian rekor sebelumnya yang juga dipegang oleh Jember dengan jumlah 449 ancak agung.

Senior Representative MURI, Ari Andriani, mengonfirmasi pencapaian angka tersebut sebagai jumlah terbanyak yang pernah tercatat dalam sejarah penyelenggaraan kegiatan serupa.

“Tahun ini sebanyak 867 ancak, sehingga menjadi yang terbanyak,” kata Ari Andriani.

Selain kirab ancak, Pemerintah Kabupaten Jember juga mencatatkan rekor MURI lainnya melalui penyusunan 1.600 bungkus suwar-suwir, makanan ringan khas daerah tersebut, hingga mencapai ketinggian 3,7 meter.

Perhelatan yang mengusung tema “Melestarikan Tradisi, Menguatkan Ukhuwah, Mengangkat Marwah Jember” ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), puskesmas, kelurahan, desa, sekolah, hingga lembaga kemasyarakatan.

Bupati Jember, Muhammad Fawait, menekankan bahwa momentum ini bertujuan untuk merawat tradisi lokal sekaligus memperkuat semangat gotong royong dan persaudaraan di tengah masyarakat.

“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan HUT Kemerdekaan RI sama-sama membawa pesan penting tentang persaudaraan, kecintaan terhadap tanah air, serta kepedulian terhadap sesama,” kata Muhammad Fawait.

Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Fawait turut mengenakan syal bercorak Indonesia dan Palestina sebagai simbol solidaritas kemanusiaan terhadap perjuangan bangsa Palestina.

“Sikap tersebut sejalan dengan amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang menegaskan bahwa kemerdekaan merupakan hak segala bangsa,” kata Muhammad Fawait.

Setelah proses verifikasi dan dokumentasi oleh pihak MURI selesai dilaksanakan, ratusan gunungan ancak tersebut segera dibagikan kepada ribuan warga yang telah menanti di area Alun-Alun Jember.

Seluruh hasil bumi yang menghiasi ancak-ancak tersebut habis didistribusikan kepada masyarakat sebagai bagian dari perayaan syukur dalam acara tersebut.

Penyelenggaraan ini diharapkan mampu menjadi sarana efektif dalam menjaga warisan budaya daerah sekaligus memperkokoh solidaritas sosial di wilayah Kabupaten Jember.

Pihak Pemerintah Kabupaten Jember menyatakan komitmennya untuk terus melestarikan tradisi Ancak Agung sebagai identitas budaya yang memiliki nilai historis dan sosial tinggi bagi warga setempat.

Keterlibatan berbagai sektor dalam kirab ini mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat dalam mendukung program pelestarian budaya yang digagas oleh pemerintah daerah.

Keberhasilan pemecahan dua rekor MURI sekaligus dalam satu agenda besar ini menjadi catatan prestasi tersendiri bagi Kabupaten Jember dalam skala nasional.