Jakarta – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mempercepat pengembangan kapasitas energi panas bumi nasional melalui optimalisasi aset di Ulubelu dan Lahendong serta perolehan mandat eksplorasi baru di Cubadak Panti, Sumatra Barat, yang diresmikan dalam rangkaian acara The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 pada Minggu (23/8/2026).
Dilansir dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, langkah strategis ini ditandai dengan penandatanganan dua surat pernyataan komitmen atau letter of intent (LoI) antara pihak perusahaan dengan PT PLN (Persero) dan PT PLN Indonesia Power (PLN IP).
Proyek pengembangan bottoming unit di PLTP Ulubelu, Lampung, direncanakan memiliki kapasitas sebesar 30 megawatt (MW).
Sementara itu, pengembangan bottoming unit di PLTP Lahendong, Sulawesi Utara, ditargetkan menambah kapasitas sebesar 15 MW.
Penandatanganan tersebut dilakukan oleh Direktur Utama PGE, Ahmad Yani, bersama Direktur Utama PLN IP, Bernardus Sudarmanta, dan Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo.
Prosesi tersebut disaksikan langsung oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, Direktur Jenderal EBTKE, Eniya Listiani Dewi, serta Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri.
“Kami menyambut penandatanganan LoI ini dengan penuh optimisme karena PLTP Ulubelu dan Lahendong selama ini telah berperan penting dalam penyediaan listrik di Lampung dan Sulawesi Utara,” kata Ahmad Yani.
Penambahan unit pembangkit ini memanfaatkan teknologi binary cycle untuk mengonversi panas sisa dari operasional fasilitas eksisting menjadi energi listrik tambahan.
Kesepakatan tarif untuk kedua proyek bottoming unit tersebut telah disetujui sebelumnya, dengan target operasional komersial atau commercial operation date (COD) pada tahun 2028.
Selain optimalisasi aset, PGE juga menerima mandat resmi melalui Surat Keputusan Menteri ESDM Nomor 176.K/EK.04/MEM.E/2026 untuk melakukan survei pendahuluan dan eksplorasi di wilayah Cubadak Panti, Sumatra Barat.
Wilayah penugasan survei tersebut mencakup area seluas 29.897 hektare dengan estimasi potensi cadangan panas bumi sebesar 77 megawatts electric (MWe).
Data awal menunjukkan bahwa potensi energi di wilayah tersebut diproyeksikan mampu menyuplai kebutuhan listrik bagi sekitar 40 ribu rumah tangga.
Penugasan ini diberikan setelah PGE berhasil menempati peringkat pertama dalam proses seleksi kompetitif yang diselenggarakan oleh Kementerian ESDM dengan nilai 87,01.
“Penugasan ini sejalan dengan komitmen PGE mendukung target Net Zero Emission 2060 sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional,” ujar Ahmad Yani.
Pengembangan di Cubadak Panti ini juga diproyeksikan mendukung visi pemerintah daerah dalam menjadikan Sumatra Barat sebagai green province.
PGE saat ini tengah mengelola berbagai proyek strategis lainnya, termasuk PLTP Lumut Balai Unit 3 dan 4, PLTP Hululais Unit 1 dan 2, serta proyek Gunung Tiga.
“Jika satu abad terakhir adalah perjalanan untuk membuktikan potensi panas bumi nasional, maka abad berikutnya adalah kesempatan untuk menjadikannya salah satu kekuatan utama Indonesia,” ungkap Ahmad Yani.
Perusahaan menyatakan akan terus menjaga keandalan operasional serta memperluas manfaat energi bersih bagi masyarakat guna mewujudkan kemandirian energi nasional.







