Travel

Malam Tahun Baru di Candi Prambanan: Rayakan Tanpa Kembang Api

67
×

Malam Tahun Baru di Candi Prambanan: Rayakan Tanpa Kembang Api

Sebarkan artikel ini
6c80147a0fde11a962287ee9f33e3b95.jpg
6c80147a0fde11a962287ee9f33e3b95.jpg

Yogyakarta – Perayaan malam tahun baru di Candi Prambanan tahun ini akan terasa berbeda. Alih-alih pesta kembang api yang meriah seperti tahun-tahun sebelumnya, pengelola memilih menggelar doa bersama dan penggalangan dana untuk korban bencana alam di berbagai wilayah Indonesia.

Langkah ini diambil sebagai wujud empati dan kepedulian terhadap musibah yang terjadi. Rangkaian acara doa dan donasi ini menjadi bagian dari gelaran “Swara Prambanan” yang akan diselenggarakan pada 31 Desember 2025.

“Fokus perayaan kali ini dialihkan pada pendekatan yang lebih kontemplatif,” ujar Direktur Komersial InJourney Destination Management (IDM), Gistang Panutur Richard, Senin (22/12/2025). Acara akan diisi dengan penyalaan lilin, doa bersama, dan penggalangan dana bagi korban bencana.

Menurut Gistang, konsep “Swara Prambanan” tahun ini mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan di tengah suasana duka. Donasi yang terkumpul akan disalurkan langsung kepada para korban dalam bentuk uang tunai, sembako, obat-obatan, hingga instalasi air bersih. Pihaknya menggandeng sejumlah lembaga untuk memastikan penyaluran donasi tepat sasaran.

Faqih Mulyawan, panitia “Swara Prambanan”, menambahkan bahwa rangkaian acara dirancang untuk menjadi ruang kebersamaan keluarga sekaligus wujud empati bagi bangsa. Sejumlah musisi ternama seperti Padi Reborn, Denny Cak Nan, Bilal Indrajaya, For Revenge, Tenxy, dan Naykilla akan turut memeriahkan acara yang dimulai sejak siang hari.

Selain konser musik, wisatawan juga dapat menikmati “Program Dolanria Prambanan” yang berlangsung pada 25–31 Desember. Program ini mencakup Pasar Medang yang melibatkan 50 UMKM lokal, area Mini Zoo, permainan tradisional, hingga sesi dongeng inspiratif.

Kekayaan budaya juga menjadi daya tarik utama “Swara Prambanan” tahun ini. Kolaborasi dengan pelaku budaya lokal, seperti Adi Jayantaka (founder Ramenjawi), menghadirkan program “Piknik Seru”. Ini adalah paket perjalanan budaya berdurasi lima jam yang mengajak wisatawan berkeliling spot-spot ikonik Prambanan dengan konsep gaya hidup era 80-an yang dikemas modern.

Adi menjelaskan bahwa program ini menonjolkan pengalaman gastronomi, di mana setiap hidangan tradisional yang disajikan dilengkapi dengan cerita mengenai makna budaya di baliknya. “Sehingga pengunjung tidak hanya sekadar makan, tetapi juga memahami esensi sejarah relief Prambanan melalui rasa,” ungkapnya.

Pengelola Candi Prambanan menargetkan pertumbuhan wisatawan sebesar 10–11 persen selama libur Natal dan Tahun Baru, atau sekitar 160–170 ribu pengunjung. Dengan akumulasi bersama destinasi wisata lain seperti Candi Borobudur dan Ratu Boko, total estimasi mencapai 340.875 orang.

Gistang menambahkan, konsep acara yang lebih kontemplatif ini sejalan dengan prinsip pariwisata berkualitas yang peduli pada aspek sosial. Pengunjung tidak hanya diajak menikmati keindahan Candi Prambanan sebagai situs sejarah, tetapi juga sebagai rumah yang hangat untuk menutup tahun dengan sukacita dan makna mendalam.