News

LRT Jabodebek Perkuat Pengawasan demi Cegah Gangguan Operasional

6
×

LRT Jabodebek Perkuat Pengawasan demi Cegah Gangguan Operasional

Sebarkan artikel ini

Jakarta – LRT Jabodebek meningkatkan standar pengamanan di seluruh rangkaian kereta, stasiun, dan area operasional selama 24 jam penuh untuk mencegah potensi gangguan perjalanan pada Kamis (3/9/2026).

Dilansir dari Fenesia, sistem pengawasan terintegrasi ini melibatkan penggunaan 1.129 kamera CCTV dan pengerahan 494 personel keamanan yang bertugas secara bergantian di berbagai titik strategis.

Sebanyak 434 kamera CCTV terpasang di dalam rangkaian kereta, sementara 695 kamera lainnya ditempatkan di 18 stasiun guna memastikan seluruh aktivitas terpantau secara real-time melalui Operation Control Centre (OCC).

Penempatan kamera pengawas dilakukan secara komprehensif mulai dari pintu masuk, loket, area parkir, hingga peron dan jalur evakuasi untuk menjamin keamanan pengguna.

Sebanyak 80 petugas keamanan ditugaskan khusus untuk melakukan pengawalan perjalanan kereta, sedangkan 414 personel lainnya disiagakan di stasiun serta fasilitas operasional pendukung.

Manager of Public Relation LRT Jabodebek Radhitya Mardika menyatakan bahwa kombinasi antara teknologi CCTV dan kehadiran personel di lapangan merupakan langkah strategis dalam menjaga integritas pelayanan.

“LRT Jabodebek berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dengan menempatkan CCTV yang membantu melihat kondisi di berbagai titik, namun saat ada situasi yang membutuhkan penanganan langsung, petugas di lapangan tetap menjadi bagian penting,” kata Radhitya.

Radhitya menambahkan bahwa pengawasan berlapis ini diterapkan untuk mengantisipasi berbagai gangguan operasional, termasuk upaya pencurian kabel grounding di area kerja LRT Jabodebek.

Terkait tindak lanjut atas gangguan operasional, pihak manajemen memastikan rekaman CCTV dapat digunakan sebagai alat bukti pendukung dalam proses investigasi oleh aparat penegak hukum.

Peran aktif pengguna transportasi publik juga dinilai krusial dalam menjaga stabilitas keamanan di lingkungan stasiun maupun di dalam kereta.

Manajemen mengimbau masyarakat untuk segera melapor kepada petugas terdekat apabila menemukan aktivitas atau kondisi yang mencurigakan selama dalam perjalanan.

“Ketika pengguna melihat sesuatu yang mencurigakan, segera sampaikan kepada petugas terdekat,” ujar Radhitya.

Informasi dari pengguna di lapangan sangat membantu pihak pengelola dalam menentukan respons cepat dan penanganan yang tepat sesuai prosedur yang berlaku.

Langkah preventif ini diharapkan mampu meminimalisir risiko gangguan sekaligus menjamin kenyamanan seluruh pengguna jasa transportasi LRT Jabodebek.

Keberadaan sistem pengawasan 24 jam ini mencerminkan komitmen operator dalam menjaga keandalan sarana dan prasarana transportasi publik di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Hingga saat ini, pihak LRT Jabodebek terus melakukan evaluasi terhadap sistem keamanan untuk menyesuaikan dengan dinamika operasional di lapangan.