Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan signifikan sebesar 1,09% untuk ditutup pada level 6.667 dalam sesi perdagangan Kamis (3/9/2026) di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Dilansir dari data Bursa Efek Indonesia, pergerakan positif ini didorong oleh aktivitas beli investor yang mengakibatkan 402 saham mengalami kenaikan, sementara 213 saham terkoreksi dan 180 saham lainnya stagnan.
Total nilai transaksi harian tercatat mencapai Rp 18,60 triliun dengan volume perdagangan sebesar 40,78 miliar lembar saham yang melibatkan 2,49 juta kali transaksi.
Kapitalisasi pasar IHSG pada penutupan sore hari ini tercatat berada di posisi Rp 11.666 triliun.
Sektor transportasi memimpin penguatan di antara sembilan dari 11 sektor yang berakhir di zona hijau dengan kenaikan sebesar 2,46%.
Saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) menjadi salah satu pendorong utama sektor transportasi setelah mencatatkan apresiasi harga sebesar 6,06% ke level Rp 70.
Aktivitas perdagangan juga diwarnai dengan transaksi crossing pada saham PT Astra Internasional Tbk (ASII) di harga Rp 4.941 dengan nilai transaksi keseluruhan mencapai Rp 198,80 miliar.
Kinerja bursa saham di kawasan Asia terpantau bergerak bervariasi dengan Indeks Nikkei melemah 0,17% dan Hang Seng turun 0,39%.
Di sisi lain, indeks Shanghai Composite membukukan kenaikan tipis 0,02% dan Straits Times menguat 0,06%.
Deretan saham yang masuk dalam kategori top gainers hari ini meliputi PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) yang melonjak 16% ke Rp 290, PT Singaraja Putra Tbk (SINI) naik 15,29% ke Rp 14.700, dan PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) yang menguat 14,42% ke Rp 595.
Sementara itu, daftar top losers diisi oleh PT Petrosea Tbk (PTRO) yang melemah 2,34% ke Rp 5.225, PT Sumber Global Energy Tbk (SGER) turun 2,27% ke Rp 645, serta PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) yang terkoreksi 2,12% ke Rp 915.
Sentimen pasar yang fluktuatif di tingkat regional memberikan pengaruh terhadap dinamika perdagangan domestik yang cenderung optimis.
Peningkatan volume transaksi yang mencapai puluhan miliar saham menunjukkan tingginya partisipasi pelaku pasar dalam merespons kondisi ekonomi terkini.
Para analis pasar modal terus memantau pergerakan sektor-sektor utama untuk melihat keberlanjutan tren kenaikan indeks di masa mendatang.
Stabilitas nilai kapitalisasi pasar yang menembus angka belasan ribu triliun rupiah mengindikasikan ketahanan fundamental emiten yang melantai di bursa domestik.
Kondisi ini mencerminkan kepercayaan investor yang tetap terjaga meskipun terdapat tekanan jual pada beberapa saham berkapitalisasi besar.
Pergerakan saham sektor transportasi diprediksi masih akan menjadi fokus perhatian investor dalam beberapa hari ke depan.
Seluruh data perdagangan ini menjadi acuan utama bagi para pelaku pasar untuk mengevaluasi strategi portofolio investasi mereka di tengah situasi ekonomi global yang dinamis.







