Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memerintahkan jajaran Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) untuk menginvestigasi perusakan kamera pengawas atau CCTV yang terjadi saat aksi massa pada Jumat (28/8/2026).
Dilansir dari Fenesia, instruksi tersebut diberikan agar pihak berwenang dapat segera mengidentifikasi pelaku serta motif di balik tindakan perusakan fasilitas umum tersebut.
Pramono Anung menegaskan bahwa pemerintah provinsi tidak akan mentoleransi segala bentuk tindakan vandalisme yang merugikan aset publik.
“Untuk perusakan CCTV, tentunya saya akan meminta kepada kepala Dinas Diskominfotik untuk mempelajari siapa yang melakukan itu dan tujuannya apa,” kata Pramono Anung.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk mengambil langkah hukum lebih lanjut apabila identitas pelaku perusakan telah berhasil dikonfirmasi oleh tim investigasi.
“Kalau kemudian bisa terdeteksi, tentunya kami akan melakukan tindakan lebih lanjut, karena ini tidak diizinkan sama sekali untuk melakukan itu,” ujar Pramono Anung.
Tindakan perusakan ini dilaporkan terjadi menyusul eskalasi keamanan setelah berakhirnya aksi demonstrasi yang berlangsung di sejumlah wilayah ibu kota.
Beberapa titik di Jakarta, termasuk kawasan Pejompongan, sempat mengalami gangguan ketertiban umum akibat tindakan segelintir massa yang membuat kerusuhan.
Gangguan keamanan tersebut dilaporkan sempat menghambat operasional layanan kereta rel listrik (KRL) di sekitar lokasi kejadian.
Selain merusak perangkat pemantau lalu lintas, massa yang tidak bertanggung jawab juga dilaporkan melakukan pembakaran terhadap sejumlah pos polisi di area terdampak.
Instruksi ini menjadi langkah awal pemerintah dalam mengevaluasi keamanan fasilitas publik pasca-insiden kerusuhan yang terjadi di lapangan.
Dinas Diskominfotik DKI Jakarta saat ini tengah mengumpulkan rekaman yang tersisa untuk memetakan alur perusakan yang dilakukan oleh oknum-oknum tersebut.
Pihak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap agar masyarakat tetap menjaga fasilitas umum demi kepentingan bersama di masa mendatang.
Sinergi antara pemerintah dan aparat keamanan diperlukan untuk memastikan situasi di ibu kota tetap kondusif pasca-aksi demonstrasi.
Identifikasi pelaku menjadi prioritas utama guna memberikan efek jera agar insiden serupa tidak terulang kembali di wilayah DKI Jakarta.
Seluruh bukti fisik dan digital yang tersisa di lokasi perusakan kini sedang diproses oleh pihak berwenang sebagai bahan penyelidikan lebih lanjut.
Langkah tegas dari Pramono Anung ini merupakan respons langsung atas laporan kerusakan infrastruktur kota yang terdampak oleh aksi massa.







