Jakarta – PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) atau PPA menyalurkan bantuan logistik sebanyak 2 ton untuk korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur sebagai bagian dari upaya tanggap darurat bencana yang berlangsung selama bulan Agustus 2026, Selasa (1/9/2026).
Dilansir dari REPUBLIKA.CO.ID, inisiatif ini dilakukan melalui kolaborasi strategis dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memastikan kebutuhan dasar para penyintas gempa segera terpenuhi.
Direktur Utama PT PPA, M. Teguh Wirahadikusumah, menyatakan bahwa langkah cepat ini merupakan prioritas perusahaan karena kebutuhan masyarakat terdampak tidak dapat ditunda.
“Kami bergerak cepat merespons bencana gempa di NTT karena kebutuhan dasar masyarakat terdampak tidak bisa menunggu,” kata M. Teguh Wirahadikusumah.
Penyaluran bantuan tahap pertama dilakukan pada tanggal 19 Agustus 2026 melalui Posko Penerimaan Bantuan Logistik BNPB di Lanud Halim Perdanakusuma dengan total bobot 1 ton yang terdiri dari 196 koli pangan dasar seperti mi instan, beras, kornet, dan sarden.
Tahap kedua penyaluran bantuan dilaksanakan pada tanggal 22 Agustus 2026 dengan menggandeng Ikatan Alumni Teknik Universitas Hasanuddin (Ikatek Unhas) untuk menyalurkan tambahan 1 ton logistik.
Bantuan pada tahap kedua mencakup variasi barang yang lebih luas, meliputi beras, mi instan, minyak goreng, telur, susu UHT, susu, air minum, serta dukungan operasional berupa kelistrikan dan ransum bagi para relawan di lapangan.
“Kolaborasi dengan BNPB dan Ikatek Unhas memungkinkan bantuan dapat tersalurkan secara efektif dan tepat sasaran,” ujar M. Teguh Wirahadikusumah.
Kegiatan kemanusiaan ini merupakan bagian dari rangkaian program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dilaksanakan PPA dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Program TJSL tersebut menjangkau berbagai wilayah operasional perusahaan, termasuk Jabodetabek, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Timur.
Fokus utama dari program ini mencakup empat pilar pembangunan, yakni kesehatan masyarakat, pendidikan, bantuan bencana alam atau tanggap darurat, serta pelestarian sosial budaya.
Perusahaan mengintegrasikan partisipasi aktif dari seluruh karyawan sebagai relawan dalam rangkaian kegiatan ini guna memastikan setiap bantuan menjangkau penerima manfaat secara langsung.
Pihak manajemen berkomitmen untuk terus memperkuat program TJSL agar dapat memberikan dampak nyata yang berkesinambungan bagi masyarakat luas.
“Kami percaya bahwa kontribusi sosial yang bermakna lahir dari kolaborasi dan partisipasi aktif seluruh elemen perusahaan,” tutur M. Teguh Wirahadikusumah.
Ke depan, PPA berencana untuk terus meningkatkan sinergi dengan berbagai mitra strategis dalam merespons kebutuhan mendesak masyarakat serta mendukung pelestarian nilai-nilai budaya bangsa.







