Surabaya – Pelatih sepak bola senior Iwan Setiawan meninggal dunia pada usia 58 tahun, Kamis (3/9/2026), meninggalkan duka mendalam bagi dunia persepakbolaan nasional termasuk mantan pelatih Timnas Indonesia, Aji Santoso.
Dilansir dari jatim.jpnn.com, hingga saat ini belum terdapat keterangan resmi mengenai penyebab berpulangnya mendiang pelatih tersebut.
Aji Santoso mengenang mendiang sebagai sosok mentor yang berperan krusial dalam mengawali karier kepelatihannya setelah ia gantung sepatu sebagai pemain profesional.
“Coach Iwan Setiawan mentor saya pertama kali setelah saya selesai jadi pemain bola dan menjadi pelatih,” kata Aji Santoso.
Kenangan tersebut bermula saat Aji Santoso mendatangi Iwan Setiawan yang kala itu sedang memimpin pemusatan latihan Timnas U14 untuk persiapan kompetisi di Laos.
Aji Santoso secara spesifik meminta izin untuk menjadi asisten pelatih kepada Iwan Setiawan saat itu.
“Saya masih inget beliau lagi pegang Timnas U14 untuk main di Laos,” ujar Aji Santoso.
Menurut Aji Santoso, kesempatan tersebut terbuka berkat dukungan manajer tim saat itu, Ferry Paulus, yang memberikan kepercayaan kepadanya.
“Saya datang ke Jakarta mendatangi langsung dan minta kepengen jadi asistennya,” kata Aji Santoso.
Ia menambahkan bahwa kesempatan yang diberikan oleh Iwan Setiawan menjadi fondasi penting bagi perjalanan karier kepelatihannya hingga saat ini.
“Jadi, saya langsung ngomong ke dia, kebetulan manajernya masih pak Ferry Paulus dan diberi kesempatan sama Coach Iwan Setiawan akhirnya menjadi sampai sejauh ini perjalanan saya,” kata Aji Santoso.
Sepanjang kariernya, Aji Santoso diketahui pernah menukangi Timnas Indonesia di berbagai kelompok usia serta sejumlah klub besar seperti Persik Kediri, Persebaya Surabaya, dan Arema.
Aji Santoso menegaskan bahwa pengaruh Iwan Setiawan sangat besar dalam membentuk pola pikir dan taktiknya di lapangan hijau.
“Mentor saya ya, Coach Iwan Setiawan banyak belajar dari beliau,” kata Aji Santoso.
Setiap kali bertemu, Aji Santoso mengaku selalu menegaskan kepada publik bahwa mendiang adalah sosok mentor utamanya.
“Ini kenangan yang menurut saya tidak terlupakan setiap saya ketemu, selalu menyampaikan Coach Iwan Setiawan adalah mentor saya,” kata Aji Santoso.
Sebagai bentuk penghormatan terakhir, Aji Santoso menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas wafatnya sang pelatih senior.
Keduanya diketahui sering terlibat dalam komunikasi intensif terkait perkembangan sepak bola tanah air maupun diskusi personal.
“Kami sangat sering berkomunikasi, berdiskusi tentang sepak bola dan kehidupan, banyak cerita dan kenangan sama beliau,” kata Aji Santoso.
Aji Santoso menutup pernyataannya dengan doa agar mendiang mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan.
“Mudah-mudahan beliau mendapatkan tempat yang layak,” kata Aji Santoso.






