Berita

Kebijakan Visa Perketat, Jumlah Mahasiswa Asing di AS Anjlok.

134
×

Kebijakan Visa Perketat, Jumlah Mahasiswa Asing di AS Anjlok.

Sebarkan artikel ini
953ca3488b1cf9a0859f75cd2d586dc4.jpg
953ca3488b1cf9a0859f75cd2d586dc4.jpg

Fenesia – Pendaftaran mahasiswa asing baru di universitas-universitas Amerika Serikat (AS) pada musim gugur 2025 dilaporkan menurun tajam hingga 17 persen dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Penurunan signifikan ini, menurut penelitian yang dirilis Senin (17/11/2025), utamanya disebabkan oleh kebijakan pemerintahan Donald Trump yang mempersulit proses pengajuan visa pelajar.

Masalah seperti penundaan dan penolakan visa menjadi salah satu alasan utama merosotnya jumlah mahasiswa baru. Survei juga menemukan adanya penurunan keseluruhan sebesar 1 persen pada jumlah mahasiswa internasional, jika memperhitungkan para senior yang telah berada di AS selama bertahun-tahun.

Mahasiswa asing menyumbang sekitar 6 persen dari total pendaftaran mahasiswa di AS. Kontribusi mereka terhadap perekonomian mencapai 55 miliar dolar AS (setara Rp 921 triliun) berdasarkan angka tahun 2024 dari Departemen Perdagangan.

Prediksi tahun-tahun mendatang
Institut Pendidikan Internasional meneliti populasi mahasiswa asing di 828 institusi pendidikan tinggi AS. Direktur Eksekutif AIRC: The Association of International Enrollment Management, Clay Harmon, mengungkapkan kekhawatiran dengan jumlah mahasiswa pendatang pada tahun-tahun mendatang. “Ada tanda-tanda peringatan untuk tahun-tahun mendatang, dan saya sangat khawatir tentang apa yang akan terjadi pada musim gugur 2026 dan 2027,” ujar Clay Harmon.

Penurunan 17 persen ini lebih rendah dari perkiraan selama musim panas yang ditelaah oleh NAFSA, kelompok pendidik internasional nirlaba. NAFSA sebelumnya memperkirakan potensi penurunan 30-40 persen di musim gugur ini karena masalah visa.

Penundaan visa saat ini mengalami peningkatan 39 persen
Sekitar 84 persen universitas di Negeri Paman Sam mengatakan kepada Institut Pendidikan Internasional bahwa mereka menganggap perekrutan mahasiswa asing sebagai prioritas. Banyak perguruan tinggi memberikan fleksibilitas kepada siswa yang menghadapi rintangan untuk memulai studi di AS, termasuk penundaan visa. Penundaan visa saat ini mengalami peningkatan 39 persen dibandingkan dengan survei tahun 2024. Kekhawatiran mahasiswa tentang perasaan tidak diterima di AS juga menjadi salah satu faktor penurunan jumlah mahasiswa asing.

Batasi jumlah mahasiswa asing
Pemerintah AS memutuskan membatasi jumlah mahasiswa asing, yang mana sebagian besar harus membayar biaya kuliah lebih tinggi. Awal tahun ini, pemerintahan Trump menghentikan sementara penjadwalan janji temu visa bagi mahasiswa internasional.

Ketika janji temu tersebut dilanjutkan pada Juni ini, pemerintah mengumumkan akan memeriksa pengaplikasian visa lebih ketat. Termasuk meminta semua pemohon untuk mengizinkan akun media sosial mereka diperiksa. Kebijakan itu muncul setelah adanya protes besar pro-Palestina di banyak kampus.

Sebelum itu, Departemen Luar Negeri AS mencabut lebih dari 6.000 visa pelajar internasional karena pelanggaran hukum di wilayahnya, termasuk penyerangan, mengemudi di bawah pengaruh alkohol (DUI), dan dukungan untuk terorisme.