Berita

Iran Ancam Balas Serang Aset Energi AS Jika Diserang

100
×

Iran Ancam Balas Serang Aset Energi AS Jika Diserang

Sebarkan artikel ini
makin-panas!-iran-ancam-serang-fasilitas-minyak-perusahaan-as
makin panas! iran ancam serang fasilitas minyak perusahaan as

Jakarta – Iran mengancam akan menyerang balik fasilitas minyak dan energi milik perusahaan AS atau yang bekerja sama dengan AS.

Ancaman ini muncul jika Washington menyerang infrastruktur minyak Teheran.

Peringatan ini disampaikan setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan serangan udara ke Pulau Kharg.

Pulau Kharg adalah pusat ekspor minyak Iran.

Media resmi Iran melaporkan pernyataan itu berasal dari markas komando militer Khatam al-Anbiya, Sabtu (14/3) waktu setempat.

Trump sebelumnya mengatakan AS telah menghancurkan seluruh target militer di Pulau Kharg.

Ia juga mengancam akan menyerang infrastruktur minyak jika Iran terus menghalangi kapal melintasi Selat Hormuz.

Pulau Kharg menangani sekitar 90 persen ekspor minyak mentah Iran.

Sebelumnya, pulau ini relatif tidak tersentuh selama dua pekan pertama perang.

Serangan AS ke pulau itu diprediksi akan meningkatkan eskalasi konflik.

Hal ini berpotensi mengguncang pasar energi global.

Pensiunan brigadir jenderal Angkatan Darat AS, Mark Kimmitt, mengatakan taruhannya kini jauh lebih tinggi.

“Dari sekadar menghancurkan militer dan rezim, kini AS berusaha menghantam nadi ekonomi Iran,” ujarnya.

Menurutnya, AS menjadikan pulau tersebut sebagai “sandera” untuk memastikan Iran tidak menutup jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Kimmitt memperingatkan, jika infrastruktur minyak Iran diserang, Teheran akan membalas dengan menyerang fasilitas energi lain di Timur Tengah.

Jika itu terjadi, situasi perekonomian global akan semakin buruk.

“Saat itu harga minyak akan benar-benar tak terkendali,” katanya.

AS sebelumnya melancarkan serangan udara besar-besaran ke markas militer Iran di Pulau Kharg, dekat Selat Hormuz.

Trump menyebut serangan itu sebagai salah satu yang paling dahsyat dalam sejarah Timur Tengah.

Dalam serangan itu, AS memilih menghindari mengebom infrastruktur minyak Iran.

Namun, ia mengancam akan mempertimbangkan menghancurkan infrastruktur minyak jika Iran dan sekutunya mengganggu kapal-kapal yang melewati Selat Hormuz.

“Namun, jika Iran, atau pihak mana pun, melakukan tindakan apa pun yang mengganggu kebebasan dan keamanan pelayaran kapal melalui Selat Hormuz, saya akan segera mempertimbangkan kembali keputusan ini,” kata Trump di Truth Social.

Pulau Kharg dikenal sebagai pusat ekspor minyak Iran.

Sebagian besar minyak mentah Iran dimuat dari pulau itu sebelum dikirim ke negara pembeli.

Dengan menyerang instalasi militer di sana, AS diyakini ingin membatasi kemampuan Iran melancarkan serangan rudal terhadap kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz.

AS meyakini Iran menggunakan Pulau Kharg untuk melancarkan serangan rudal terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Dengan menyerang fasilitas militer di pulau tersebut, AS memberi sinyal bahwa mereka dapat membatasi kemampuan Iran untuk menargetkan kapal-kapal di selat tersebut.

Ancaman terhadap infrastruktur minyak di Kharg dinilai signifikan.

Jika fasilitas itu diserang, dampaknya bisa langsung mengguncang pasar energi global.

Selat Hormuz menyalurkan sekitar seperlima perdagangan minyak dunia.