Ecozone

Krakatau Steel Cetak Laba Rp 164 Miliar Berkat Transformasi Bisnis

2
×

Krakatau Steel Cetak Laba Rp 164 Miliar Berkat Transformasi Bisnis

Sebarkan artikel ini
Gedung kantor PT Krakatau Steel Tbk di Jakarta
PT Krakatau Steel Tbk mencatatkan laba bersih sebesar Rp 164,2 miliar pada semester pertama tahun 2026.

Jakarta – Emiten baja pelat merah PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) mencatatkan pembalikan kinerja keuangan yang signifikan dengan membukukan laba bersih sebesar US$ 9,17 juta atau setara Rp 164,2 miliar pada semester pertama Kamis (3/9/2026).

Dilansir dari keterangan resmi perseroan, perolehan laba ini merupakan capaian positif setelah pada periode yang sama tahun sebelumnya perusahaan masih mencatatkan kerugian sebesar US$ 107,11 juta.

Kinerja moncer tersebut didukung oleh suntikan modal kerja dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) senilai Rp 4,93 triliun.

Dana tersebut dialokasikan untuk memperlancar rantai pasok bahan baku, meningkatkan utilisasi produksi, serta memperbaiki efisiensi struktur pendanaan perusahaan.

“Dukungan pendanaan modal kerja dari Danantara menjadi faktor yang mendorong kelancaran pasokan bahan baku, peningkatan utilisasi produksi, serta perbaikan efisiensi struktur pendanaan Perseroan,” kata Plt. Corporate Secretary KRAS Rachman Hidayat.

Hingga akhir Juni 2026, perseroan mencatat pendapatan usaha sebesar US$ 622,74 juta atau sekitar Rp 11,15 triliun.

Angka tersebut merepresentasikan pertumbuhan signifikan sebesar 35,1% dibandingkan realisasi pendapatan pada periode yang sama tahun 2025 yang berada di angka US$ 460,83 juta.

Selain peningkatan operasional, perusahaan berhasil menekan beban keuangan sebesar 32,7% menjadi US$ 47,35 juta dari sebelumnya US$ 70,35 juta.

Penurunan beban keuangan ini dipicu oleh keberhasilan perseroan dalam menyelesaikan kewajiban dipercepat melalui mekanisme keringanan (haircut) utang restrukturisasi sebesar US$ 27,19 juta.

Strategi optimalisasi portofolio investasi dan aset turut memberikan kontribusi positif melalui pendapatan divestasi entitas asosiasi sebesar US$ 14,23 juta.

Berkat transformasi bisnis yang dijalankan, perusahaan kini menempati peringkat ke-78 dalam daftar Fortune Indonesia 100.

Memasuki paruh kedua tahun ini, manajemen Krakatau Steel memprioritaskan agenda peningkatan kinerja operasional serta penguatan struktur keuangan secara berkelanjutan.

Perseroan juga berkomitmen untuk melakukan optimalisasi aset dan pengembangan bisnis guna memberikan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan.

Langkah strategis tersebut akan dilaksanakan dengan tetap mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik serta manajemen risiko yang ketat.

Krakatau Steel menargetkan seluruh upaya ini dapat menjaga stabilitas pertumbuhan perusahaan di tengah dinamika pasar industri baja global dan domestik.

Pihak manajemen menyatakan bahwa fokus pada efisiensi tetap menjadi instrumen utama dalam menjaga profitabilitas perusahaan di masa mendatang.

Seluruh rangkaian strategi ini merupakan bagian dari upaya transformasi menyeluruh yang dilakukan oleh Krakatau Steel untuk memperbaiki fundamental bisnisnya.