Ecozone

Menteri Perumahan Maruarar Sirait Jual Habis Seluruh Saham Emiten COCO

48
×

Menteri Perumahan Maruarar Sirait Jual Habis Seluruh Saham Emiten COCO

Sebarkan artikel ini
Menteri Perumahan Maruarar Sirait saat memberikan keterangan di depan awak media.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait resmi melepas seluruh kepemilikan sahamnya di PT Wahana Interfood Nusantara Tbk.

Jakarta – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait telah resmi melepas seluruh kepemilikan sahamnya di PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) per Kamis (3/9/2026).

Dilansir dari data pemegang saham 1% yang diterbitkan Bursa Efek Indonesia (BEI), nama menteri yang juga kader Partai Gerindra tersebut tidak lagi tercatat dalam daftar pemegang saham perusahaan per akhir Agustus 2026.

Sebelumnya, Maruarar Sirait tercatat menggenggam 200 juta saham atau setara dengan 1,40% porsi kepemilikan di COCO pada data Juli 2026.

Posisi pemegang saham mayoritas kini diisi oleh Mahogany Global Investment yang menguasai 7,42 miliar saham atau 52,16% dari total modal ditempatkan.

Selain Mahogany Global Investment, DBS Bank juga tercatat sebagai pemegang saham signifikan dengan kepemilikan sebanyak 697,77 juta saham atau setara 4,90%.

Pelepasan saham oleh Maruarar Sirait dilakukan setelah COCO melangsungkan aksi korporasi berupa penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu atau rights issue.

Dalam aksi korporasi tersebut, COCO menetapkan harga pelaksanaan sebesar Rp 120 per saham dengan rasio satu saham lama berhak atas tiga rights issue.

Perseroan menerbitkan maksimal sekitar 10,67 miliar saham baru dengan potensi perolehan dana mencapai Rp 1,28 triliun.

Mayoritas dana hasil rights issue, yakni sebesar Rp 1,17 triliun, dialokasikan untuk akuisisi PT Sari Murni Abadi yang merupakan pemilik merek dagang Momogi.

Sisa dana dari aksi korporasi tersebut direncanakan perusahaan untuk memperkuat modal kerja operasional.

Pengendali perusahaan, Mahogany Global Investment, berkomitmen mengeksekusi seluruh haknya sekaligus bertindak sebagai pembeli siaga hingga 4,3 miliar saham.

Aksi tersebut juga mencakup penerbitan maksimal 355,9 juta waran dengan harga pelaksanaan yang dipatok pada level Rp 800 per saham.

Bagi pemegang saham yang tidak mengeksekusi haknya, potensi dilusi kepemilikan mencapai 75% setelah seluruh rights issue dilaksanakan.

Tingkat dilusi tersebut dapat meningkat hingga maksimal 75,61% apabila seluruh rights issue dan Waran Seri I dieksekusi secara penuh.

Performa saham COCO di lantai bursa tercatat berada di level Rp 120 dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp 1,71 triliun.

Dalam kurun waktu satu bulan terakhir, saham COCO mengalami kenaikan sebesar 14,29% dan meningkat 20% dalam satu minggu terakhir.

Namun, secara year to date (ytd), saham perusahaan tercatat anjlok sebesar 64,29%.

Dalam tiga bulan terakhir, nilai saham COCO juga terpantau merosot hingga 59,18%.