Ecozone

IHSG Menguat 1,47%, Investor Asing Borong Saham AMMN, BBRI, BUMI

4
×

IHSG Menguat 1,47%, Investor Asing Borong Saham AMMN, BBRI, BUMI

Sebarkan artikel ini
Grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan yang menunjukkan tren kenaikan di layar monitor bursa efek
IHSG ditutup menguat 1,47% ke level 6.487 pada perdagangan sesi pertama, Kamis (20/8/2026).

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan signifikan sebesar 1,47% ke level 6.487 pada penutupan perdagangan sesi pertama hari Kamis (20/8/2026).

Dilansir dari Stockbit Sekuritas, lonjakan indeks ini didorong oleh aksi beli investor asing yang mencatatkan net foreign buy dengan total nilai mencapai Rp 648,22 miliar.

Data perdagangan menunjukkan bahwa investor asing melakukan pembelian saham senilai Rp 2,52 triliun, sementara nilai penjualan tercatat sebesar Rp 1,88 triliun.

Secara keseluruhan, sebanyak 417 saham mengalami kenaikan harga, sementara 187 saham terkoreksi dan 185 saham lainnya tetap stabil.

PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menjadi saham yang paling banyak diburu oleh investor mancanegara dengan mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp 333,40 miliar.

Selain itu, minat beli asing juga tertuju pada PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan nilai transaksi Rp 186,23 miliar dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sebesar Rp 114,91 miliar.

Daftar saham yang diminati investor asing turut mencakup PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dengan nilai Rp 105,51 miliar serta PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebesar Rp 66,84 miliar.

Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan total nilai transaksi pada sesi pertama mencapai Rp 7,98 triliun dengan volume perdagangan sebesar 22,46 miliar saham.

Frekuensi transaksi yang tercatat di bursa mencapai 1,29 juta kali dengan total kapitalisasi pasar IHSG menyentuh angka Rp 11.428 triliun.

Sebanyak sepuluh dari sebelas sektor di BEI berhasil menempati zona hijau, dipimpin oleh sektor bahan baku yang melesat hingga 3,58%.

Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menjadi salah satu pendorong sektor tersebut dengan kenaikan harga sebesar 3,63% ke level Rp 3.140.

Pergerakan bursa saham domestik ini selaras dengan mayoritas pasar Asia, di mana indeks Nikkei naik 1,34%, Shanghai Composite tumbuh 0,20%, dan Hang Seng menguat 1,33%.

Di sisi lain, indeks Straits Times justru mengalami pelemahan sebesar 0,35% di tengah kondisi pasar regional yang cenderung ceria.

Jajaran saham top gainers dipimpin oleh PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) yang naik 24,82% ke level Rp 880.

Selanjutnya, PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) mencatatkan kenaikan 17,92% ke level Rp 625 dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menguat 9,60% ke level Rp 685.

Sementara itu, saham top losers diisi oleh PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) yang turun 6,14% ke level Rp 5.350.

Saham PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) turut terkoreksi 5,32% ke level Rp 4.090, diikuti oleh PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) yang turun 3,10% ke level Rp 438.