Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi mengalami tekanan koreksi pada perdagangan awal pekan, Senin (21/9/2026), akibat sentimen pasar global yang dipengaruhi oleh kebijakan moneter Amerika Serikat dan kondisi geopolitik di Timur Tengah.
Dilansir dari riset MNC Sekuritas dan Phintraco Sekuritas, pergerakan indeks masih dibayangi oleh dominasi tekanan jual dengan volume transaksi yang cenderung mengecil pada periode perdagangan saat ini.
Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyatakan bahwa dalam skenario terburuk, IHSG berisiko menguji kembali rentang level 6.290 hingga 6.370 sebagai dampak dari fase teknikal wave iv dari wave (c).
“Namun, selama IHSG masih mampu berada di atas 6.370 maka masih terdapat peluang IHSG menguat ke rentang 6.541–6.581,” kata Herditya.
Pihak MNC Sekuritas menetapkan area support IHSG berada di kisaran 6.279 hingga 6.201, sementara level resistance diproyeksikan berada pada rentang 6.585 hingga 6.633.
Dalam strategi investasi, MNC Sekuritas merekomendasikan trading buy untuk saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) di rentang harga Rp 6.100 hingga Rp 6.275 dengan target harga Rp 6.475 hingga Rp 6.575.
Selain itu, saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) direkomendasikan dengan strategi buy on weakness pada area Rp 2.440 hingga Rp 2.520 dengan target harga Rp 2.620 hingga Rp 2.720.
Tekanan pada indeks juga dipicu oleh kinerja bursa saham Wall Street yang bergerak variatif setelah imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun naik lebih dari 5 basis poin menjadi 5,006%.
Sentimen eksternal diperberat dengan kenaikan suku bunga Bank of Japan sebesar 25 basis poin menjadi 1,25%, yang merupakan level tertinggi sejak April 1995.
Di pasar komoditas, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) melemah 1,6% menjadi US$100 per barel, sementara harga minyak Brent turun 0,9% menjadi US$103 per barel.
Sebaliknya, harga emas di pasar spot mencatatkan penguatan sebesar 0,3% ke level US$4.352 per troy ounce di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Pelaku pasar kini menanti hasil pertemuan antara Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping yang dijadwalkan berlangsung di Amerika Serikat pada 23 hingga 25 September 2026.
Di dalam negeri, investor sedang mencermati agenda Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 5,75%.
Data ekonomi domestik lainnya yang menjadi sorotan adalah pertumbuhan kredit bulan Agustus 2026 yang diproyeksikan mencapai 15% secara tahunan atau year on year (YoY).
“Jika IHSG breakdown 6.400, berpotensi menguji level 6.300–6.350,” tulis Phintraco Sekuritas dalam analisisnya.
Phintraco Sekuritas turut memberikan rekomendasi saham pilihan yaitu PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO), dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA).







