Fenesia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis daftar wilayah di Indonesia yang berpotensi dilanda hujan lebat dan angin kencang pada 3-4 Oktober 2025. Kondisi cuaca ekstrem ini diperkirakan terjadi akibat masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan, atau pancaroba, yang ditandai dengan peningkatan curah hujan signifikan di banyak daerah.
BMKG menjelaskan, selama masa pancaroba, pola hujan umumnya terjadi pada sore hingga malam hari. Fenomena ini didahului oleh kondisi udara yang hangat dan terik pada pagi hingga siang hari. Pemanasan permukaan yang kuat juga memicu terbentuknya awan konvektif, khususnya awan Cumulonimbus (Cb).
Hujan yang terjadi pada periode ini biasanya bersifat lokal dengan durasi singkat. Intensitasnya bervariasi dari sedang hingga lebat, dan kerap disertai petir, angin kencang, bahkan hujan es. BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
Berikut adalah daftar wilayah yang berpotensi dilanda hujan lebat dan angin kencang:
Jumat, 3 Oktober 2025
- Potensi hujan sedang hingga lebat: Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, Papua Selatan.
- Potensi hujan lebat hingga sangat lebat: Sulawesi Barat.
- Potensi angin kencang: Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kamis, 4 Oktober 2025
- Potensi hujan sedang hingga lebat: Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, Papua Selatan.
- Potensi hujan lebat hingga sangat lebat: Nihil.
- Potensi angin kencang: NTT.
BMKG menekankan pentingnya antisipasi dini terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu banjir, genangan, maupun tanah longsor. Kondisi ini juga berpotensi mengganggu aktivitas harian dan transportasi. Masyarakat diimbau untuk menjaga saluran drainase agar tidak tersumbat dan rutin memantau informasi cuaca resmi dari BMKG sebelum beraktivitas.






