Berita

Bea Cukai-Polri Bongkar Lab Sabu Jakut, Sita 13 Kg Narkoba

151
×

Bea Cukai-Polri Bongkar Lab Sabu Jakut, Sita 13 Kg Narkoba

Sebarkan artikel ini
bea-cukai-polri-geruduk-laboratorium-sabu-di-jakut,-13-kg-narkoba-disita
bea cukai polri geruduk laboratorium sabu di jakut, 13 kg narkoba disita

Jakarta – Bea Cukai dan Bareskrim Polri menggerebek sebuah laboratorium sabu di Jakarta Utara.

Lebih dari 13 kilogram sabu berhasil disita.

Pengungkapan ini merupakan hasil dari pengawasan kiriman barang internasional.

Serta pengembangan informasi selama tiga hari (13-15 Februari 2026).

Operasi dilakukan di apartemen di Pluit dan Sunter.

Juga di sebuah rumah makan di Jakarta Timur, Selasa (17/2/2026).

Kasus bermula dari kecurigaan petugas Bea Cukai.

Saat memeriksa kiriman pos asal Iran di Kantor Pos Pasar Baru, Kamis (12/2/2026).

Petugas menemukan kristal biru yang disembunyikan di peti kulit.

Setelah diuji, ternyata positif sabu seberat 11,56 kilogram.

Barang bukti kemudian diserahkan ke Subdit V Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri.

Pengembangan kasus mengarah pada penangkapan KKF, WN Iran.

KKF ditangkap di apartemen di Pluit, Jumat (13/2/2026).

Ia berperan sebagai penerima paket.

Kemudian, Sabtu (14/2/2026), SB, WN Iran yang diduga peracik sabu, juga ditangkap.

Apartemen di Sunter yang dijadikan laboratorium juga berhasil diungkap.

Petugas menemukan tambahan sabu seberat 1.683 gram.

Serta peralatan produksi sabu.

Tim gabungan melakukan olah TKP forensik pada Minggu (15/2/2026).

“Temuan ini menegaskan bahwa jaringan tersebut berperan sebagai penerima barang, sekaligus memproduksi ulang narkotika di dalam negeri,” kata Direktur Interdiksi Narkotika Bea Cukai, R. Syarif Hidayat.

Pengungkapan ini dinilai sebagai bentuk perlindungan masyarakat dari bahaya narkotika.

Keberadaan laboratorium narkotika di kawasan padat penduduk menimbulkan risiko besar.

Seperti penyalahgunaan obat terlarang, potensi kebakaran, dan paparan bahan kimia beracun.

Pengungkapan ini dinilai meningkatkan rasa aman warga sekitar.

Serta mencegah risiko kesehatan lingkungan.