Jakarta – Pedangdut Anisa Bahar melayangkan kecaman keras terhadap dua penyanyi yang diduga mengubah lirik lagu miliknya berjudul “Gapapa” dengan kalimat bernada tak senonoh. Atas tindakan tersebut, Anisa memberikan ultimatum agar pihak terkait segera menghubunginya untuk memberikan klarifikasi dalam waktu 3×24 jam.
“Tolong ya saya kasih waktu 3×24 jam hubungi saya. Saya tidak terima cara Anda,” tulis Anisa Bahar melalui akun Instagram pribadinya, @anisa_bahar_new, pada Selasa, 7 Juli 2026.
Perubahan lirik tersebut dinilai telah merusak orisinalitas karya aslinya. Jika lirik asli lagu tersebut berbunyi, “Aku dijauhin ya gapapa. Aku dimusuhin ya gapapa. Aku diomongin, aku dijahaati, aku dibully pun ya gapapa”, dua penyanyi tersebut justru mengubahnya ke dalam nuansa yang berbau pornografi.
Lirik hasil gubahan itu diubah menjadi, “Aku ditidxxxn ya gapapa, aku dihamxxxn ya gapapa. Aku dikelonxx, aku dizixxx-in, aku diexxin, ya gapapa”.
Ibunda dari Juwita Bahar ini menegaskan ketidaksetujuannya terhadap aksi tersebut karena dianggap mencoreng pesan asli lagu serta menggunakan diksi yang tidak pantas.
“Mau viral cara loe gak gini. Ini engga pantas dan tidak mendidik kata-katanya,” tegas Anisa Bahar.
Selain menyoroti perubahan lirik, Anisa juga mengkritik video klip yang diunggah oleh kedua penyanyi tersebut. Ia menyebut konten visual yang dibagikan melalui media sosial itu tergolong sensitif dan dikhawatirkan dapat memicu permasalahan di masa depan.
Tindakan ini turut memancing reaksi negatif dari warganet. Banyak pengguna media sosial berpendapat bahwa aksi tersebut sudah melampaui batas kewajaran.
Seruni Bahar, selaku penulis lirik lagu “Gapapa”, turut angkat bicara dan menyayangkan upaya menghalalkan segala cara demi popularitas.
“Mmm ini ngga bisa didiemin nih ngacak-ngacak karya orang sudah di luar jalur dari liriknya yang seronok dan tidak patut demi popularitas penyanyinya sampaek menghalalkan segala cara dan merugikan orang lain apalagi aku ikut andil nyiptain lirik GAPAPA ini malah diacak-acak pokonya bener-bener nggak pantas mau diapain nih enaknya,” tulis Seruni Bahar.
Sejumlah warganet lainnya pun mengungkapkan kekecewaan yang serupa. Sebagian menilai bahwa mengaransemen ulang atau membawakan kembali sebuah karya memang diperbolehkan, namun tidak dengan mengubah liriknya menjadi vulgar.
“Dicover gapapa tapi jangan diganti lah liriknya apalagi kek gitu liriknya njirr,” tulis salah satu warganet.
“Ngeri banget kalimatnya diubah begitu,” imbuh warganet lainnya.







