Ecozone

BEI Aktifkan Kembali Perdagangan Saham DCII

68
×

BEI Aktifkan Kembali Perdagangan Saham DCII

Sebarkan artikel ini
bei-buka-gembok-perdagangan-saham-dcii
bei buka gembok perdagangan saham dcii

Jakarta – Perdagangan saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) kembali dibuka oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai hari ini, Rabu (6/8/2025).

Sebelumnya, BEI melakukan suspensi terhadap saham DCII selama sembilan hari, terhitung sejak 24 Juli 2025.

Manajemen BEI menyatakan pembukaan kembali saham DCII berlaku di pasar reguler dan pasar tunai.

“Suspensi atas perdagangan saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai dibuka kembali mulai sesi I tanggal 6 Agustus 2025,” tulis manajemen BEI dalam keterbukaan informasi.

BEI mengambil keputusan ini setelah melakukan penilaian terhadap kondisi pasar.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, sebelumnya menjelaskan suspensi dilakukan untuk menjaga pasar tetap teratur, wajar, dan efisien.

BEI dapat mencabut suspensi jika perusahaan telah memenuhi seluruh kewajiban dan tidak ada kondisi material yang berdampak signifikan pada perdagangan saham.

Saham DCII sempat mencetak rekor sebagai saham termahal di bursa, meskipun perusahaan mencatatkan kinerja keuangan positif pada semester pertama tahun ini.

Sebelum disuspensi, harga saham DCII tercatat Rp346.725 per lembar pada 23 Juli 2025.

Sebelumnya, saham ini juga sempat disuspensi pada 22 Juli 2025 karena lonjakan harga yang signifikan dalam seminggu terakhir.

Secara month to date (MTD), saham DCII telah melonjak 128% dan menjadi saham termahal di BEI.

Suspensi bukan hal baru bagi DCII. Pada Februari 2025, saham ini juga pernah disuspensi karena rumor stock split.

Reli harga saham DCII yang signifikan terjadi pada Februari-Maret 2025, melonjak dari kisaran Rp40.000-Rp50.000 menjadi lebih dari Rp200.000 per lembar.

Pada 23 Juli lalu, untuk mencapai Auto Reject Atas (ARA), saham DCII hanya membutuhkan nilai transaksi sekitar Rp22 miliar.

Hingga akhir Juni 2025, pemegang saham DCII hanya berjumlah 903 orang, dengan 18,55% dipegang oleh investor ritel.

Pada semester I/2025, DCII mencatatkan laba bersih Rp616,95 miliar, melonjak 106% secara tahunan (yoy).

Pendapatan perusahaan mencapai Rp1,33 triliun, naik 80% yoy, terutama dari segmen jasa colocation.

Manajemen DCII menargetkan pertumbuhan pendapatan dua digit pada 2025 dan mengalokasikan belanja modal (capex) hingga Rp1 triliun.

Dana capex akan digunakan untuk pengembangan fasilitas data center terbaru, JK6, dan pembangunan pusat data baru di Surabaya.