Semarang – Universitas Diponegoro (Undip) dan RSUP dr Kariadi Semarang secara resmi membantah narasi yang menyebutkan bahwa kematian mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Kesehatan Jiwa, Yuda Nabella Prameswari, disebabkan oleh tindakan perundungan pada Rabu (2/9/2026).
Dilansir dari Republika, pihak rumah sakit dan universitas menegaskan bahwa almarhumah meninggal dunia akibat kondisi medis tertentu setelah menjalani perawatan intensif.
Humas RSUP dr Kariadi Semarang, Aditya Kandu Warendra, mengonfirmasi bahwa Yuda sempat mendapatkan penanganan medis di ruang ICU sebelum dinyatakan meninggal dunia pada Jumat (28/8/2026).
Aditya menyatakan bahwa informasi awal yang diterima pihak rumah sakit menunjukkan mahasiswi tersebut sedang dalam kondisi sakit saat menjalani masa studinya.
Menurut Aditya, almarhumah saat ini masih berstatus sebagai mahasiswi semester I yang menjalani pembelajaran di kelas, sehingga belum terjadwal untuk melakukan praktik stase di RSUP dr Kariadi.
Manajemen rumah sakit menegaskan bahwa mereka akan segera merilis keterangan resmi lebih lanjut untuk meluruskan berbagai spekulasi yang beredar di media sosial terkait penyebab kematian tersebut.
Direktur Jejaring Media, Komunitas, dan Komunikasi Publik Undip, Nurul Hasfi, memberikan klarifikasi bahwa penyebab meninggalnya Yuda adalah penyakit demam berdarah.
Nurul menyampaikan bahwa universitas telah mencermati dengan serius informasi yang beredar di media sosial mengenai dugaan perundungan yang mengaitkan meninggalnya almarhumah.
Berdasarkan laporan resmi yang diterima pihak universitas, almarhumah meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis selama 15 hari di RSUP dr Kariadi.
Nurul menjelaskan bahwa selama masa perawatan, pihak keluarga dan perwakilan program studi senantiasa mendampingi almarhumah hingga mengembuskan napas terakhir pada pukul 19.06 WIB.
Jenazah almarhumah telah dibawa kembali ke rumah duka yang berlokasi di Serang, Banten, untuk dimakamkan oleh pihak keluarga.
Yuda Nabella Prameswari tercatat sebagai mahasiswi angkatan ke-85 Program Studi Kedokteran Jiwa FK Undip yang masuk pada 16 Juli 2026.
Nurul menambahkan bahwa almarhumah masih berada dalam masa orientasi dan baru menjalani perkuliahan selama kurang lebih 1,5 bulan.
Pihak universitas memastikan bahwa selama ini almarhumah hanya mengikuti Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU) di dalam kelas dan belum memasuki tahap praktik klinis di rumah sakit.
Undip berkomitmen untuk terus mengawal isu ini dengan melakukan klarifikasi internal guna memastikan objektivitas informasi serta berkoordinasi secara intensif dengan pihak RSUP dr Kariadi.
Universitas menegaskan dedikasinya dalam menjaga lingkungan pendidikan yang aman, profesional, serta bebas dari segala bentuk tindakan perundungan bagi seluruh civitas akademika.
Pihak universitas turut menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya dr Yuda Nabella Prameswari, MBiomed, yang merupakan mahasiswa baru PPDS periode Gasal 2026/2027.






