Ecozone

IHSG Diproyeksi Bergerak Terbatas, Simak Level Support dan Resistance Kamis

104
×

IHSG Diproyeksi Bergerak Terbatas, Simak Level Support dan Resistance Kamis

Sebarkan artikel ini
5a0049643246c62a377023685c3d8226.jpg
5a0049643246c62a377023685c3d8226.jpg

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak terbatas pada perdagangan Kamis (7/5/2026) setelah sebelumnya berhasil ditutup menguat 0,50% ke level 7.092,47 pada Rabu (6/5/2026). Para analis memperingatkan adanya potensi koreksi di tengah ketidakpastian sentimen global dan fluktuasi harga komoditas.

Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memperkirakan pergerakan IHSG akan berada di rentang 7.047 untuk level support dan 7.170 untuk resistance. Menurutnya, penguatan indeks pada hari sebelumnya yang dipicu oleh sentimen positif penundaan Project Freedom di Timur Tengah dan penguatan nilai tukar rupiah, kini mulai tertahan oleh dinamika harga emas yang naik serta pelemahan harga minyak mentah.

Senada dengan hal tersebut, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, melihat IHSG masih berupaya menembus level resistance psikologis di angka 7.100. Ia memproyeksikan indeks akan bergerak pada kisaran 7.065 hingga 7.150 dengan potensi penguatan yang cenderung terbatas.

Nico menambahkan bahwa minimnya rilis data ekonomi domestik dalam waktu dekat membuat investor cenderung bersikap wait and see. Alhasil, arah pasar saat ini sangat bergantung pada sentimen eksternal, terutama perkembangan tensi geopolitik global serta dinamika hubungan antara Amerika Serikat dan Tiongkok.

Di tengah kondisi pasar yang dinamis, investor disarankan untuk tetap selektif dalam memilih saham. Herditya merekomendasikan beberapa saham untuk dicermati, di antaranya BIPI di kisaran Rp268-Rp276, BKSL di Rp122-Rp133, serta UNVR di area Rp1.955-Rp2.060.

Sementara itu, Nico menyarankan pelaku pasar untuk melirik sektor-sektor yang dinilai masih memiliki prospek menarik, yakni sektor energi, industrial, consumer cyclical, dan consumer non-cyclical. Fokus pada stabilitas fundamental perusahaan menjadi kunci bagi investor dalam menghadapi pergerakan pasar yang cenderung stagnan pada perdagangan hari ini.