Jakarta – Nilai tukar rupiah ditutup melemah tipis ke level Rp17.105 per dolar AS pada perdagangan Senin (13/4). Mata uang Garuda tercatat terkoreksi 1 poin atau 0,01 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia (BI) melalui Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp17.122 per dolar AS.
Pelemahan rupiah terjadi di tengah tren negatif mata uang kawasan Asia yang kompak berada di zona merah. Yen Jepang melemah 0,28 persen, baht Thailand 0,57 persen, yuan China 0,05 persen, peso Filipina 0,29 persen, dan won Korea Selatan 0,28 persen.
Tekanan serupa juga dialami mata uang negara maju. Euro melemah 0,31 persen, poundsterling Inggris 0,25 persen, dan franc Swiss 0,19 persen. Dolar Australia dan dolar Kanada masing-masing terkoreksi 0,18 persen dan 0,03 persen.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai penutupan rupiah yang relatif datar ini tidak lepas dari intervensi Bank Indonesia.
“Rupiah berhasil membalikkan pelemahan awal didukung pernyataan BI yang menegaskan akan terus menjaga rupiah dengan menggunakan semua instrumen moneter secara terukur, berkelanjutan, dan tepat waktu. Penjualan ritel Indonesia yang lebih kuat dari harapan juga ikut mendukung rupiah,” jelas Lukman.
Sebelumnya, pada 7 April 2026, rupiah sempat menyentuh level Rp1.







