Jakarta – Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono mengajak seluruh elemen bangsa untuk merawat sejarah dan menjaga persatuan sebagai bentuk nyata melanjutkan perjuangan para pendiri negara.
Pesan tersebut disampaikan dalam audiensi memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) TNI ke-81 di Rumah Kebangsaan MPR RI, Jakarta.
Edhie Baskoro menegaskan bahwa MPR memikul tanggung jawab besar dalam mengawal konstitusi sekaligus menjaga kedaulatan rakyat.
“Di rumah inilah kita terus memikirkan bagaimana konstitusi negara tetap kita jadikan pedoman,” ujar Edhie Baskoro.
Dia menambahkan bahwa kepentingan rakyat tetap menjadi prioritas utama dalam setiap langkah perjuangan bangsa saat ini.
Menurut Edhie Baskoro, sejarah harus diposisikan sebagai kompas bagi generasi masa kini dalam menentukan arah masa depan bangsa.
Ia menekankan pentingnya menyampaikan narasi sejarah dengan cara kreatif agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Strategi tersebut dapat diwujudkan melalui pemanfaatan film, musik, siniar, hingga teknologi media sosial yang dekat dengan keseharian generasi muda.
“Jangan sampai kita seperti hilang akar,” kata Edhie Baskoro.
Dirinya pun mengajak masyarakat untuk bersama-sama menceritakan kembali sejarah bangsa dengan narasi yang membanggakan.
Penyajian konten sejarah yang kekinian tetap harus berpijak pada data dan fakta agar kebenaran peristiwa tidak terdistorsi.
Senada dengan hal tersebut, pegiat sejarah publik Asep Kambali menyoroti peran krusial pendidikan dalam menjaga keberlanjutan sejarah nasional.
Asep menilai sejarah tidak boleh sekadar menjadi catatan masa lalu, melainkan harus mampu membentuk generasi yang percaya diri dalam menciptakan sejarahnya sendiri.
“Suatu bangsa dapat hidup dari makanan, tetapi hanya dengan pendidikan bangsa itu dapat hidup melintasi zaman,” ujar Asep.
Ia mendorong penguatan perawatan jejak sejarah melalui revitalisasi museum, pengelolaan arsip, serta penyediaan ruang pembelajaran publik yang memadai.







