Jakarta – WhatsApp tengah melakukan uji coba fitur baru bernama Restricted Chat untuk membatasi interaksi pengguna dalam percakapan tertentu.
Pengembangan fitur ini merupakan kelanjutan dari sistem Advanced Chat Privacy yang sudah tersedia sebelumnya.
Berdasarkan laporan WABetaInfo, fitur ini dirancang untuk memperketat keamanan data dengan membatasi akses pada obrolan yang dipilih pengguna.
“Fitur ini berfungsi untuk membatasi interaksi pengguna dalam obrolan tertentu,” tulis laporan tersebut mengenai fungsi utama Restricted Chat.
Pengaktifan fitur ini secara otomatis akan memblokir kemampuan penyimpanan foto atau video ke dalam galeri ponsel.
Pengguna juga tidak dapat mengekspor isi obrolan maupun menggunakan fitur Meta AI di dalam ruang percakapan tersebut.
Selain itu, WhatsApp menonaktifkan akses pembukaan obrolan melalui perangkat tertaut seperti WhatsApp Web atau aplikasi desktop.
Pihak pengembang menyatakan bahwa langkah ini diambil untuk melindungi privasi pengguna dari pihak ketiga.
“Fitur Restricted Chat ini bertujuan untuk mencegah pengguna mengakses obrolan menggunakan aplikasi tidak resmi atau bot AI,” jelas WhatsApp dalam keterangan resminya.
WhatsApp menekankan bahwa seluruh pesan dan panggilan dalam mode ini tetap terlindungi oleh sistem enkripsi end-to-end.
Fitur ini bersifat opsional sehingga pengguna harus mengaktifkannya secara manual melalui menu Chat Info di setiap percakapan individual.
Saat ini, fitur tersebut baru dapat diakses oleh pengguna terbatas pada aplikasi WhatsApp beta versi Android 2.26.36.4 dan iOS 26.319.10.20.
Pengguna yang ingin menjajal fitur ini dapat mendaftar dalam program beta melalui Play Store atau App Store.
Hingga kini, pihak WhatsApp belum memberikan informasi resmi mengenai jadwal peluncuran fitur tersebut untuk publik secara luas.







