Jakarta – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, mendapat apresiasi publik atas satu tahun kepemimpinannya. Tingkat kepuasan masyarakat mencapai 80,5 persen.
Angka tersebut berdasarkan survei Voxpol Center Research and Consulting. Ini menjadi modal sosial untuk percepatan pembangunan berkelanjutan di NTT.
Emanuel mengakui tantangan geografis dalam pemerintahan. Namun, ia berkomitmen memperluas pelayanan dasar.
“Kami bekerja dalam keterbatasan geografis, namun pelayanan pendidikan dan kesehatan terus diperluas hingga puskesmas pembantu dan praktik mandiri,” ujarnya, Jumat (13/2).
Fokus pelayanan dasar dijalankan melalui program produk desa, sekolah, komunitas yang terintegrasi dengan pemasaran. Penurunan angka kemiskinan menjadi indikator awal keberhasilan.
Hal ini memperkuat kolaborasi pembiayaan pembangunan. Melibatkan publik, nasional, hingga internasional.
“Kami optimistis arah kebijakan akan dipercepat berbasis data survei,” tambahnya. Gubernur berharap kepercayaan publik yang tinggi ini dapat terjaga.
Reformasi layanan, pengentasan kemiskinan, penguatan ekonomi lokal, serta peningkatan pendidikan dan kesehatan diharapkan berkelanjutan. Hasil survei akan jadi baseline evaluasi program prioritas.
Direktur Voxpol Indonesia, Pangi Chaniago, menjelaskan tingkat kepuasan tinggi ini membuka ruang evaluasi kebijakan. Konsistensi program ekonomi dan layanan dasar akan menentukan tren kepuasan berikutnya.
“Data survei juga menunjukkan mayoritas warga memprioritaskan perbaikan ekonomi, kesejahteraan, serta infrastruktur layanan dasar sebagai agenda pemerintah selanjutnya,” papar Pangi.
Isu harga kebutuhan pokok, lapangan kerja, jalan rusak, dan akses air bersih dominan dalam penilaian responden.
Survei dilakukan kuantitatif melalui wawancara tatap muka pada 5–14 Januari 2026. Melibatkan 800 responden di 22 kabupaten/kota di NTT.
Dengan teknik Multistage Random Sampling dan margin of error ±3,47 persen, hasil survei dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
72,5 persen responden menilai Pemprov NTT memahami masalah masyarakat. 75,4 persen meyakini pemerintah punya solusi.
59 persen responden menyatakan kondisi ekonomi membaik sejak kepemimpinan Melki–Johanis Asadoma. 37,1 persen menilai kondisi relatif stabil.
Di bidang keamanan, angka kepuasan mencapai 88,1 persen. Responden menilai situasi daerah aman dan tertib.
79,8 persen responden menilai perencanaan pembangunan Provinsi NTT sudah baik. 51,8 persen optimistis rencana tersebut dapat direalisasikan.
“Angka-angka ini menunjukkan kepercayaan publik yang tinggi terhadap arah pembangunan daerah,” pungkas Pangi.






