Berita

Solo Rayakan Tahun Baru dengan Khidmat Tanpa Gemuruh Petasan

151
×

Solo Rayakan Tahun Baru dengan Khidmat Tanpa Gemuruh Petasan

Sebarkan artikel ini
a244e95aa1bc8cdb576d911d0d2782b8.jpg
a244e95aa1bc8cdb576d911d0d2782b8.jpg

Solo – Malam pergantian tahun di Solo, Jawa Tengah, diwarnai aksi solidaritas. Ribuan warga dan wisatawan memadati kawasan Car Free Night (CFN) Jalan Slamet Riyadi untuk mengikuti doa bersama dan penyalaan lilin, Rabu (31/12/2025). Aksi ini menjadi wujud empati terhadap korban bencana di Sumatra, menggantikan hingar bingar pesta kembang api seperti tahun-tahun sebelumnya.

Pantauan di lokasi menunjukkan, masyarakat mulai berdatangan sejak pukul 20.00 WIB. Mereka berkumpul di perempatan Ngarsopuro hingga Koridor Gatot Subroto. Sambil menyalakan lilin dan senter ponsel, ribuan pengunjung menciptakan suasana hening dan khidmat di tengah keramaian kota.

Alunan biola dari Arief Blind, seorang violis tunanetra, menambah kesyahduan momen refleksi tersebut. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara Solo is Solo Year End Gatsu Kalcer.

Wali Kota Solo, Respati Ardi, menyampaikan bahwa doa bersama ini merupakan bentuk kepedulian dan empati kepada para korban musibah. Ia mengapresiasi partisipasi masyarakat yang tertib dan khusyuk.

“Ini menunjukkan rasa empati dan kepedulian yang mendalam dari warga maupun wisatawan,” ujar Respati. “Meski tanpa kembang api, suasana tetap hangat dan bermakna.”

Pemkot Solo, lanjut Respati, tetap mendukung aktivitas ekonomi kreatif yang terlibat dalam Car Free Night. Menurutnya, perayaan malam tahun baru tetap membuka ruang bagi pelaku UMKM, seniman, dan kreator lokal.

Direktur Program Solo is Solo, Irul Hidayat, menjelaskan bahwa penyalaan lilin dipilih sebagai simbol refleksi dan harapan baru. Lilin diharapkan menjadi cahaya penerang di tengah berbagai musibah yang terjadi di Indonesia sepanjang tahun 2025.

“Biasanya di sini menjadi pusat pesta kembang api. Kali ini diganti penyalaan lilin. Sama-sama api, tapi ini nyala yang panjang, simbol harapan dan semangat,” kata Irul.

Selain doa bersama, panggung budaya di Koridor Gatsu menampilkan pertunjukan band-band SKA lokal Solo serta berbagai aktivitas kreatif seperti Street Art Market, Street Music Performing, hingga Lifestyle dan Vintage Market. Puluhan ribu pengunjung tercatat memadati kawasan tersebut selama libur akhir tahun, mendorong perputaran ekonomi hingga ratusan juta rupiah.

Gelaran Solo is Solo Year End Gatsu Kalcer masih akan berlangsung hingga 3 Januari 2026 dan menjadi salah satu destinasi wisata malam favorit di Kota Solo selama libur akhir tahun.